Doa Naik Pesawat Agar Diberi Keselamatan, Bahasa Arab, Keutamaan Serta Artinya

Tak ada yang tahu kapan dan dimana ajal menjemput. Semuanya adalah rahasia Illahi.

Editor: Glery Lazuardi
tribunwow/Oki Pratiwi
Ilustrasi berdoa 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Tak ada yang tahu kapan dan dimana ajal menjemput. Semuanya adalah rahasia Illahi.

Bisa saja saat kita sedang di rumah saja atau sedang dalam perjalanan.

Ketika sedang bepergian ada baiknya kita selalu mengingat nama Allah dan senantiasa berdoa.

Baru-baru ini tepatnya pada tanggal 9 Januari 2021, Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Dalam penerbangan ini, pesawat mengangkut 43 penumpang dewasa, 7 penumpang anak, 3 penumpang bayi, dan 12 kru.

Dengan adanya kejadian ini, kita diingatkan untuk senantiasa berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT. Sebelum bepergian menggunakan pesawat terbang, ada baiknya kita selalu membaca doa.

Baca juga: Doa Minta Keselamatan Bepergian, Dapat Dibaca Semoga Aman dan Selamat Ketika Naik Pesawat

Baca juga: Tata Cara Sholat Tahajud, Beserta Niat dan Doa Serta Dilengkapi Bacaan Zikir dan Keutamaan

Dikutip dalam islam.nu.or.id, dalam riwayat Ibnu Sinni dan Al-Baihaqi menceritakan bagaimana Rasulullah SAW ketika berperang di Tabuk diminta pulang kampung ke Madinah demi mensholatkan jenazah salah seorang sahabatnya, Muawiyah.

Riwayat ini dikutip oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkar pada bab zikir ketika di jalan sebagai berikut ini:

"Diriwayatkan kepada kami dalam Kitab Ibnu Sinni dan kitab Dala'ilun Nubuwwah karya Al-Baihaqi dari Abu Umamah Al-Bahili, ia bercerita bahwa Jibril AS mendatangi Rasulullah SAW ketika beliau di Tabuk. 'Wahai Muhammad, saksikanlah shalat jenazah Muawiyah bin Muawiyah Al-Muzani (di Madinah),' kata Jibril. Rasulullah SAW keluar (dari Tabuk)".

Sementara Jibril AS turun bersama 70.000 malaikat. Jibril AS menurunkan sayap kanan di atas bukit hingga merendah.

Ia juga meletakkan sayap kirinya di atas tanah sampai merendah hingga ia dapat melihat Kota Mekkah dan Madinah.

Rasulullah SAW bersama Jibril AS dan ribuan malaikat kemudian menshalatkan jenazah Muawiyah. Setelah selesai, Rasulullah SAW bertanya, 'Wahai Jibril, dengan amalan apa Muawiyah mendapatkan derajat begitu tinggi ini?' 'Muawiyah lazim membaca Surat Al-Ikhlas saat berdiri, berkendaraan, dan berjalan kaki,' jawab Jibril," (Lihat Al-Imam An-Nawawi, Al-Adzkar pada Hamisy Al-Futuhatur Rabbaniyyah, [Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz VI, halaman 176).

Berikut adalah doa naik pesawat dikutip dari Islam.co:

اللهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali".

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved