Masyarakat Mualaf Baduy Terima Bantuan untuk Bertahan Hidup
Masyarakat mualaf baduy mencoba bertahan hidup dengan memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam.
TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Masyarakat mualaf baduy mencoba bertahan hidup dengan memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam.
Hasilnya kemudian dijual kepada wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke pemukiman mereka di lembah barokah, Ciboleger, Lebak, Banten.
Saat ini setidaknya di lokasi belakang masjid Al Fatih Ciboleger ini ada lebih dari 50 Kepala keluarga dan ratusan jiwa.
Hidup dalam rumah-rumah bilik bambu terbagi dalam beberapa kelompok kluster.
Baca juga: Suku Baduy Dirugikan Akibat Peredaran Madu Palsu
Ketua Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah, Ashari selaku pengelola pemukiman ini mengungkapkan taraf hidup mualaf Baduy dibawah garis kemiskinan.
"Kawasan ini secara ekonomi jauh tertinggal dengan Jakarta," ujarnya, Minggu (10/1).
Pemukiman ini menempati lahan seluas 10,5 Ha, termasuk didalamnya tempat pendidikan agama dan mushola serta masjid besar Al Fatih yang sedang tahap finishing.
Di lokasi inilah Indonesia CARE bersama komunitas jurnalis Filantropi Indonesia (JUFI) dan lembaga kemanusiaan lainnya menggelar kegiatan sosial dengan mendistribusikan bantuan uang tunai sebagai modal usaha, logistik pangan, mushaf Al Qur'an serta masker.
Perhatian Indonesia CARE, JUFI, Al Azhar, IDC, HDMI, Jamaah Pengajian Sentul dan lain-lain langsung direspon antusias warga mualaf Baduy tersebut.
Salah satu warga Maria, menyampaikan terima kasih atas perhatian lembaga-lembaga kemanusiaan kepada mereka.
Baca juga: 2 Minggu Lembaga Masyarakat Baduy Keliling, Dapat 20 Botol dan 1 Drum Madu Palsu, Kemudian Dibuang
Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis di lokasi kegiatan mengatakan, kegiatan ini bagian dari strategi mengurangi beban ekonomi di era Pandemi Covid-19.
"Saat pembagian masker, sembako, jilbab, Al Quran serta uang tunai, nampak keceriaan pada wajah mereka. Alhamdulilah bisa ikut serta menyenangkan mereka," ujarnya.
Agenda lanjutan untuk mualaf Baduy, Indonesia CARE berencana mengembangkan kepada pemberdayaan masyarakat lewat budidaya ikan hias.
"Bila kadar pH nya memungkinkan, kita akan coba budidaya tersebut. Pembina kami sebelumnya bapak Hamdan Zoelva sudah melakukan penanaman bibit kopi juga di tempat ini," imbuhnya.
Baca juga: Akses Jalan Menuju Lokasi Wisata Baduy Ambles Sedalam 100 Sentimeter, Dinas PUPR Lebak Kirim Tim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/masyarakat-mualaf-baduy.jpg)