Pakar Geologi Sudah Prediksi Gempa di Majene, Sempat 18 Kali Diguncang Selama Sepekan

Pakar Petrologi dan Geologi Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr Eng Adi Maulana sudah memberikan penjelasan soal potensi gempa di Sulawesi Barat.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Twitter @daeng_info
Seorang bocah terjebak di reruntuhan bangunan akibat gempa yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.28 WIB 

TRIBUNBANTEN.COM, MAJENE - Gempa di Majene, Sulawesi Barat sudah diprediksi.

Pada November 2020 lalu, pakar Petrologi dan Geologi Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr Eng Adi Maulana sudah memberikan penjelasan soal potensi gempa di Sulawesi Barat.

Baca juga: Cerita Dokter Lari Tinggalkan Rumah Sakit Saat Gempa Majene Sulawesi Barat

Baca juga: Gempa di Majene Jumat Malam, Viral Video Bocah Terjepit di Reruntuhan Bangunan, Masih Bisa Bernafas

Dia mengatakan guncangan gempa sering terjadi di sana.

Hal ini karena wilayah Sulawesi Barat salah satu daerah tingkat seismisitas tinggi.

Di kawasan Sulawesi Barat, kata dia, ada beberapa patahan-patahan aktif, salah satunya Majene Fault atau patahan Majene.

Termasuk patahan yang berada di sepanjang Majene dan Lariang. Lajur gempa bumi pada patahan itu aktif.

"Patahan-patahan ini yang kemudian menyebabkan adanya gempa-gempa yang belakang ini aktif," ujarnya.

Sementara itu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mencatat aktivitas gempa di wilayah Sulawesi Barat.

BMKG mencatat terjadi 18 kali gempa bumi terjadi di wilayah Sulawesi Barat selama sepekan.

Berdasarkan data yang diterima, gempa terbanyak terjadi di wilayah Mamuju Tengah sekitar Sesar Lokal Mamuju dengan didominasi gempa dangkal.

"Gempa mingguan periode 30 Oktober sampai 05 November 2020 tercatat sebanyak 18 Kejadian," kata Staff Oerasional Geofisika Stasiun Meteorologi Majene, Hadi Nur Rohman.

Hadi menjelaskan, pada periode ini tidak terdapat gempa yang dirasakan tidak terdapat gempa merusak.

Kondisi terkini Kantor Gubernur Sulawesi Barat atau Sulbar di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Jumat (15/1/2021), usai diguncang gempa. Tampak bagian depan bangunan ambruk. Dua petugas jaga dilaporkan tertimpa reruntuhan.
Kondisi terkini Kantor Gubernur Sulawesi Barat atau Sulbar di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Jumat (15/1/2021), usai diguncang gempa. Tampak bagian depan bangunan ambruk. Dua petugas jaga dilaporkan tertimpa reruntuhan. (HANDOVER)

Salah satu gempa sempat terjadi di wilayah Sulbar pada tanggal 31 October dengan kekuatan Magnitudo 3,1 SR.

Kemudian 3 November kembali terjadi gempa bumi dengan kekuatan 3,3 SR.

Lalu pada 4 November, gempa dengan kekuatan 2,5 SR pada kedalaman 11 KM.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved