Cegah Bencana Tsunami Melalui Penanaman Mangrove di Pesisir Pantai Teluk Labuan

Taguna Kabupaten Pandeglang melakukan gerakan tanam (Gertam) bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Teluk Labuan

Tayang:
Penulis: Wijanarko | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/WIJANARKO
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang melakukan gerakan tanam (Gertam) bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang melakukan gerakan tanam (Gertam) bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Upaya itu dilakukan dalam rangka mencegah bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang.

"Sudah dimulai dari tanggal 2 Januari, di mana program penanaman bibit pohon mangrove ini adalah program Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial yang kemudian diserahkan ke Dinsos Kabupaten Pandeglang," ujar Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang Ade Mulyana, kepada TribunBanten.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Istri Meninggal Saat Tsunami di Banten, Ifan Seventeen Hanya Beri Separuh Hatinya Untuk Citra Monica

Baca juga: BNPB: Selatan Jawa Terancam Gempa Magnitudo 9,1, Banten Hingga Jawa Timur Berpotensi Tersapu Tsunami

Berdasarkan pemantauan di lokasi, sejumlah relawan Tagana Pandelang sedang menanam bibit pohon mangrove di sekitar kawasan pesisir pantai Teluk Labuan.

Tampak puluhan relawan berseragam biru tua bergaris-garis kuning di sisi lengan dan kaki sedang antusias menanam sejumlah bibit pohon mangrove di sela-sela bebatuan karang.

Ade menargetkan sebanyak 50.000 bibit pohon mangrove akan diusahakan rampung tertanam pada bulan Maret mendatang.

"Penanaman 50.000 pohon mangrove. Hingga hari ini sudah hampir 10.000 pohon mangrove yang sudah ditanam di pesisir Pantai Teluk, Caringin dan Cigondang. InshaAllah jika tidak ada halangan kita akan lanjutkan penanaman dari pantai Carita sampai Kecamatan Sumur," ujarnya penuh harap.

"Mudah-mudahan pohonnya bisa tumbuh semua," imbuhnya.

Untuk diketahui, pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengapresiasi kegiatan penanaman pohon mangrove ini karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk kelestarian alam dan lingkungan sekitar.

Pohon mangrove sendiri memiliki banyak manfaat bagi lingkungan, salah satunya pohon mangrove dipercaya dapat mencegah abrasi pantai.

Abrasi pantai merupakan sebuah proses pengikisan permukaan pantai yang digerus oleh air laut melalui hempasan ombak.

Dengan adanya pohon serta akar dari tanaman mangrove tersebut diklaim dapat berfungsi sebagai penahan tanah yang cukup ampuh.

Selain itu, pohon mangrove dapat mencegah adanya intrusi air laut.

Intrusi laut juga merupakan salah satu proses alam yang menimbulkan kerugian pada makhluk hidup dan lingkungan alamnya, sebab intrusi tersebut menyebabkan air laut merembes ke dalam tanah daratan.

Baca juga: Tsunami Banten Dua Tahun Lalu, Saksi Hidup Dengar Suara Pijakan Raksasa Sebelum Bencana Datang

Baca juga: 22 Desember 2018, Tsunami Luluh Lantakkan Banten, 437 Orang Tewas

Alhasil, rembesan air laut tersebut membuat air di daratan menjadi payau hingga tak baik untuk dikonsumsi manusia dan biota laut.

Dengan adanya hutan mangrove, akar-akar pohonnya dinilai mampu mengendapkan lumpur sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved