Kader Gerindra Minta Anies Baswedan Mundur, Begini Reaksi Wagub DKI Jakarta
Terlebih, Gerindra bersama PKS merupakan partai yang mengusung Anies-Sandi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI pada 2017 lalu.
TRIBUNBANTEN.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria angkat bicara atas adanya pernyataan Ketua DPC Jakarta Timur Gerindra Ali Lubis yang meminta Gubernur Anies Baswedan mundur dari jabatannya.
Ia menyebut, pernyataan Ali Lubis itu merupakan pendapat pribadi dan tidak ada kaitanya dengan Partai Gerindra.
Ahmad Riza Patria selaku pimpinan Partai Gerindra DKI Jakarta meminta seluruh kader Gerindra untuk mengikuti kebijakan yang diambil partai.
"Hendaknya semua kader mengikuti arah kebijakan partai, pendapat pribadi tidak boleh melebihi kebijakan partai," ujarnya, Senin (25/1/2020).
Terlebih, Gerindra bersama PKS merupakan partai yang mengusung Anies-Sandi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI pada 2017 lalu.
Riza menegaskan, Gerindra tetap mendukung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memimpin Jakarta.
"Kebijakan partai selama ini tetap, memberikan dukungan yang penuh pada kepemimpinan pak Anies-Sandi dan sekarang Anies-Ariza," ujarnya di Balai Kota.
Pernyataan sikap ini disampaikan Ahmad Riza Patria usai pertemuannya dengan petinggi partai, yaitu Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman sore tadi.
Baca juga: Jokowi Depak Anies Baswedan di Rabu Pon saat Reshuffle Kabinet, Besok Lantik Listyo Jadi Kapolri
Baca juga: Gerindra Dukung Sikap Tegas Jokowi ke Intoleran: Kita Tidak Butuh Pemecah Belah Bangsa
Adapun pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Ahmad Riza Patria di Gedung Balai Kota Jakarta.
"Jadi, kami di partai selalu bersinergi positif, antara saya dan kader lain, pimpinan, terus koordinasi," kata dia.
"Saya sebagai Wagub dapat supporting penuh dari partai, dari DPP," tambahnya menjelaskan
Bagi kader Gerindra yang ingin menyampaikan kritik, Ahmad Riza Patria berharap, hal itu disampaikan secara langsung kepada partai, bukan melalui media sosial.
"Kritik dan masukan tetap perlu sejauh disampaikan dengan cara yang lebih baik. Kritik internal bisa disampaikan secara tertulis, kemudian melalui rapat-rapat internal. Tidak perlu disampaikan ke publik atau media," tuturnya.
Baca juga: Politisi Gerindra Fadli Zon Dilaporkan ke MKD DPR, Gara-gara Like Situs Porno
Baca juga: Ini yang Dimaksud Gerindra soal Kelompok Intoleran Pemecah Belah
Sebelumnya, Anies Baswedan diminta mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Timur Gerindra Ali Lubis.
Sebab, Anies Baswedan selaku gubernur justru meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jabodetabek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/anies-baswedan-dan-achmad-riza-patria.jpg)