Kader Gerindra Minta Anies Baswedan Mundur, Begini Reaksi Wagub DKI Jakarta

Terlebih, Gerindra bersama PKS merupakan partai yang mengusung Anies-Sandi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI pada 2017 lalu.

Editor: Abdul Qodir
Dok Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria angkat bicara atas adanya pernyataan Ketua DPC Jakarta Timur Gerindra Ali Lubis yang meminta Gubernur Anies Baswedan mundur dari jabatannya.

Ia menyebut, pernyataan Ali Lubis itu merupakan pendapat pribadi dan tidak ada kaitanya dengan Partai Gerindra.

Ahmad Riza Patria selaku pimpinan Partai Gerindra DKI Jakarta meminta seluruh kader Gerindra untuk mengikuti kebijakan yang diambil partai.

"Hendaknya semua kader mengikuti arah kebijakan partai, pendapat pribadi tidak boleh melebihi kebijakan partai," ujarnya, Senin (25/1/2020).

Terlebih, Gerindra bersama PKS merupakan partai yang mengusung Anies-Sandi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI pada 2017 lalu.

Ahmad Riza Patria sewaktu Ketua DPP Partai Gerindra dan Mohamad Taufik selaku Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/12/2019).
Ahmad Riza Patria sewaktu Ketua DPP Partai Gerindra dan Mohamad Taufik selaku Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/12/2019). (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Riza menegaskan, Gerindra tetap mendukung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memimpin Jakarta.

"Kebijakan partai selama ini tetap, memberikan dukungan yang penuh pada kepemimpinan pak Anies-Sandi dan sekarang Anies-Ariza," ujarnya di Balai Kota.

Pernyataan sikap ini disampaikan Ahmad Riza Patria usai pertemuannya dengan petinggi partai, yaitu Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman sore tadi.

Baca juga: Jokowi Depak Anies Baswedan di Rabu Pon saat Reshuffle Kabinet, Besok Lantik Listyo Jadi Kapolri

Baca juga: Gerindra Dukung Sikap Tegas Jokowi ke Intoleran: Kita Tidak Butuh Pemecah Belah Bangsa

Wakil Ketua ACTA Ali Lubis di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (13/2/2017). Sosok Ali Lubis, kader Gerindra yang minta Anies Baswedan mundur dari Gubernur DKI Jakarta. Ia pernah menjadi pengacara Fadli Zon hingga Ahmad Dhani.
Wakil Ketua ACTA Ali Lubis di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (13/2/2017). Sosok Ali Lubis, kader Gerindra yang minta Anies Baswedan mundur dari Gubernur DKI Jakarta. Ia pernah menjadi pengacara Fadli Zon hingga Ahmad Dhani. (Kompas.com/Ambaranie Nadia K M)

Adapun pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Ahmad Riza Patria di Gedung Balai Kota Jakarta.

"Jadi, kami di partai selalu bersinergi positif, antara saya dan kader lain, pimpinan, terus koordinasi," kata dia.

"Saya sebagai Wagub dapat supporting penuh dari partai, dari DPP," tambahnya menjelaskan

Bagi kader Gerindra yang ingin menyampaikan kritik, Ahmad Riza Patria berharap, hal itu disampaikan secara langsung kepada partai, bukan melalui media sosial.

"Kritik dan masukan tetap perlu sejauh disampaikan dengan cara yang lebih baik. Kritik internal bisa disampaikan secara tertulis, kemudian melalui rapat-rapat internal. Tidak perlu disampaikan ke publik atau media," tuturnya.

Baca juga: Politisi Gerindra Fadli Zon Dilaporkan ke MKD DPR, Gara-gara Like Situs Porno

Baca juga: Ini yang Dimaksud Gerindra soal Kelompok Intoleran Pemecah Belah

Sebelumnya, Anies Baswedan diminta mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Timur Gerindra Ali Lubis.

Sebab, Anies Baswedan selaku gubernur justru meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved