Breaking News:

533 Juta Data Pengguna Facebook Dijual di Telegram

Perusahaan keamanan siber Hudson Rock mengungkap soal temuan data pengguna Facebook diperjualbelikan secara ilegal oleh hacker.

CSO
Ilustrasi hacker 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Perusahaan keamanan siber Hudson Rock mengungkap soal temuan data pengguna Facebook diperjualbelikan secara ilegal oleh hacker.

Berdasarkan temuannya, sebanyak 533 juta data pengguna Facebook, seperti user ID dan nomor telepon (HP) diperjualbelikan memanfaatkan bot di aplikasi pesan instan Telegram.

Baca juga: Mau Beli HP Samsung Terbaru? Berikut Daftar Harga Lengkanya Januari 2021

Baca juga: Harga HP iPhone Terbaru Januari 2021, Ada yang Rp 8 Juta Sampai Rp 26 Jutaan

Chief Technical Officer pada perusahaan keamanan siber Hudson Rock mengungkap hal itu.

Menurut Gal, ini adalah imbas dari kebocoran data Facebook yang terjadi pada Agustus 2019 lalu.

Gal turut memaparkan bahwa sang hacker memanfaatkan bot yang tersedia pada aplikasi Telegram.
Bot ini memungkinkan seseorang mengetahui user ID pengguna Facebook, apabila mereka sudah mempunyai nomor telepon pengguna yang dicari.

Sebaliknya, apabila calon pembeli sudah memiliki user ID Facebook seseorang, maka bot akan mencari nomor telepon pengguna yang bersangkutan.

Agar bisa mengakses data ini, peminat diminta membeli kredit.

Satu kredit diperlukan untuk setiap satu nomor telepon atau identitas pengguna Facebook yang ingin diakses.

Ada pun harga yang dipatok untuk satu kredit adalah 20 dollar AS (sekitar Rp 282.000).

Sang hacker turut menawarkan pembelian dalam jumlah banyak, yakni sebesar 5.000 dollar AS (sekitar Rp 70,5 juta) untuk setiap 1.000 kredit yang dijual.

Dihimpun KompasTekno dari Motherboard, Rabu (27/1/2021), bot ini diklaim telah menampung ratusan juta data pengguna yang tersebar di berbagai negara, mulai dari AS, Kanada, Inggris, Australia, serta puluhan negara lainnya.

Meski disebut kebanyakan nomor telepon yang bocor berasal dari kebocoran data Facebook pada 2019 lalu, namun kasus ini tetap mengancam risiko pengguna.

Baca juga: Teknologi Imaging Lab, Pencitraan Gambar di Perangkat Seluler Vivo

Baca juga: Keren! Inovasi Museum Keliling Berbasis Teknologi 4 Mahasiswa Unsera Raih Medali Perunggu ISIF 2020

Sebab, tidak banyak orang yang rutin mengganti nomor pribadi mereka.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah bot yang dimaksud telah dihapus oleh pihak Telegram atau belum.

Namun apabila bot tersebut telah dihapus, ironisnya para hacker masih bisa mengakses data-data tersebut melalui internet.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nomor HP Pengguna Facebook Dijual Rp 280.000 di Telegram"

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved