Media Asing Ramai Beritakan Kasus Covid-19 yang Tembus 1 Juta Orang, Indonesia Paling Parah di Asia

Media Perancis itu juga mengabarkan bagaimana rumah sakit-rumah sakit di Indonesia kewalahan dengan kasus infeksi Covid-19.

Editor: Abdul Qodir
Shutterstock/Ridersuperone via Kompas.com
Ilustrasi sebaran Covid-19 di dunia 

Media yang berbasis di Sydney itu mengungkapkan bahwa Indonesia juga kerap dikritik karena memiliki tingkat pengujian dan pelacakan yang rendah di dunia.

Mereka juga mengatakan bahwa Indonesia berfokus pada pengamanan vaksin namun mengorbankan upaya penegakan protokol kesehatan.

Baca juga: Seluruh Ruang ICU Pasien Covid-19 di Banten Nyaris Penuh, Kadinkes: Klaster Tahun Baru Telah Tiba

Baca juga: Presiden Jokowi Lakukan Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Besok, Akan Disiarkan Secara Langsung

Ilustrasi batuk, flu dan pilek sebagai gejala Covid-19
Ilustrasi batuk, flu dan pilek sebagai gejala Covid-19 (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Sementara media Skotlandia, Evening Express menyoroti seberapa banyak Indonesia membutuhkan dosis vaksin.

Menurut media yang berbasis di Aberdeen itu, Indonesia akan membutuhkan hampir 427 juta dosis vaksin dengan perkiraan sebanyak 15 persen dosis mungkin terbuang percuma selama proses distribusi karena luasnya wilayah negara.

"Sebanyak 15 persen dosis mungkin terbuang percuma selama proses distribusi di negara yang punya lebih dari 17.000 pulau itu, di mana transportasi dan infrastruktur terbatas di beberapa tempat," ungkap Evening Express.

Media itu juga mengulas tentang Jakarta dengan mewartakan bahwa ibu kota adalah tempat paling terdampak di Indonesia dengan total kasus infeksi 254.000 pada Selasa dan angka kematian mencapai 4.077 jiwa.

Faktanya, melansir AFP yang mengutip dari sumber independen, virus corona telah menewaskan lebih dari 600 dokter, perawat dan pekerja medis lain di Indonesia karena persediaan alat pelindung diri (APD) yang terbatas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved