Daftar Perumahan Elit dan Jalan Protokol di Kota Serang Terendam Banjir, 66 KK Terdampak Parah
Ia menyayangkan kurang adanya peran pemerintah kota untuk melakukan perbaikan drainase dan pelebaran sungai kendati banjir kerap melanda Kota Serang
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Hujan deras sehari kemarin mengakibatkan beberapa perumahan elit dan jalan protokol di Kota Serang terendam banjir pada Rabu (3/2/2021).
Ketinggian banjir bervariasi, tertinggi setinggi lutut orang dewasa.
Dari pantauan Tribunbanten.com, titik banjir ada Komplek Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kaujon, Cijawa, Cinanggung dan Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan protokol Provinsi Banten.
Salah satu perumahan elit yang terendam banjir yakni komplek Perumahan Grand Sutera yang berada di Kecamatan Serang.
Warga di komplek perumahan elit itu pun harus menggulung celana saat aktivitas di luar rumah.
Sebagian warga di komplek perumahan itu juga tampak sudah mengevakuasi sejumlah barang berharga dari dalam rumah.
Sementara, ada juga beberapa anak bermain di genangan banjir tersebut.
Anto (35) salah satu warga komplek tersebut mengatakan perumahan tempat tinggalnya kerap dilanda banjir saat hujan deras.
"Ini setiap tahunnya sih pasti ada aja yang banjir. Entah kiriman atau emang dari hujannya sendiri," ujarnya di lokasi.
Ia menyayangkan kurang adanya peran pemerintah kota untuk melakukan perbaikan drainase dan pelebaran sungai kendati banjir kerap melanda Kota Serang.
"Ya harapannya ada bantuan lah dari Pemkot Serang untuk memperbaiki ini semuanya. Kita yang tersandera kalau seperti ini terus. Sulit mau kemana-mana," jelasnya.
Sementara itu, terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Eva Hasanah menyebutkan, berdasarkan data asessment sementara titik banjir berada di Kecamatan Serang, Cipocok Jaya, dan Walantaka.
"Laporan pertama itu pukul 03.00 di Komplek Taman Widya Asri tahap tiga, kemudian di komplek Ranau Cigempol Kecamatan Cipocok Jaya. Di Cinanggung, komplek Untirta, dan Grand Sutera tingginya mencapai 35 centimeter tapi tidak sampai masuk ke rumah," terangnya.
• Peringatan Dini BMKG: Dimulai Besok, Waspada Potensi Banjir di 14 Provinsi dan Cuaca Ekstrem
• Perumahan Elit di Kota Serang Longsor, Warga: Tiba-tiba Tanah Bergerak
Selain banjir, ia juga menjelaskan, terdapat rumah yang roboh akibat longsor dan curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.
"Seperti di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, karena faktor saluran irigasinya yang tidak ada," tuturnya.
Titik banjir terparah berada di komplek perumahan Taman Widya Asri dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Hal itu disebabkan, tanggul air kali yang jebol lantaran debit air tinggi setelah hujan deras selama sehari kemarin.
"Paling parah itu di Taman Widya Asri, tapi sekarang sudah surut. Kemudian komplek Ranau juga ada satu motor yang hanyut ke kali (sungai), karena tanggulnya jebol. Itu situasi jam 03.00 sampai subuh, tapi pagi kondisi sudah aman," katanya.
Sebanyak 66 KK terdampak banjir parah
BPPD Kota Serang mencatat setidaknya ada 65 KK yang terdampak banjir parah akibat hujan deras sehari kemarin.
Sebanyak 65 KK tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Komplek Untirta di Kecamatan Cipocok Jaya dan Cinanggung di Kecamatan Serang.
Di Komplek Untirta terdapat 35 KK terdampak banjir dengan cakupan luas 1 kilometer persegi.
Bahkan, warga harus menggunakan perahu karet untuk mobilisasi. Banjir sendiri meluas hingga 1 Kilometer di Untirta sendiri.
Sementara itu, di Cinanggung terdapat 30 KK terdampak banjir.
"Data yang masuk ke kita saat ini masih belum rampung, akan tetapi yang masuk saat ini baru 65 KK yang terdampak," ujar Ketua BPBD Kota Serang, Diat Hermawan saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).
• Bisa Asteroid atau Sonic Boom, Ini Penjelasan BMKG & Lapan soal Sumber Dentuman Misterius di Malang
• BMKG: Lima Kabupaten/Kota di Banten Berpotensi Banjir
Menurutnya, jumlah tersebut dimungkinkan bertambah jika kembali terjadi turun hujan deras di Kota Serang.
Sementara itu, Kepala Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Serang, Eva Hasanah menerangkan beberapa titik banjir dan longsor di Kota Serang sendiri terjadi setiap tahunnya dan ini merupakan masalah tahunan.
"Hanya ada satu lokasi di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka yang merupakan lokasi banjir baru," ujarnya.
Hal itu terjadi, karena adanya penggalian dan pembangunan perumahan baru yang mengakibatkan saluran irigasi terhambat.
"Iya biasanya kalau Ciwaka meluap, yang kena itu komplek Persada. Tapi karena ada penggalian dan pembangunan perumahan di Kampung Tonjong, maka Pengampelan yang terkena dampaknya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/perumahan-elit-dan-jalan-protokol-di-kota-serang-terendam-banjir-3.jpg)