Liputan Khusus
LIPSUS: Kisah-kisah Warga Kota Serang Tidak Punya Jamban, Dinas Kesehatan: Ada 29.753 Keluarga
Saya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa membantu merealisasikan jamban
Menurut Misri, faktor ekonomi menjadi satu di antara alasan utama warga membuang hajat di kali.
“Saya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa membantu merealisasikan jamban,” ucapnya.
Misri berjanji akan survei ke lapangan dan bakal membantu lewat anggaran yang ada.
Di Kelurahan Umbul Tengah, ada empat kampung yang sebagian besar warganya belum memiliki jamban.
“Yaitu di RW 04 Kampung Umbul Tengah, RW 03 Kampung Munjul, RW 02 Kampung Tegal Tongleng, dan RW 01 Kampung Majalawang,” ujar Misri.
Dia berharap warganya tidak buang hajat sembarangan lagi.
"Walaupun kondisinya kurang mampu, bisa coba dengan menumpang sementara ke keluarganya yang lain yang memilki jamban," ucapnya.
Tak hanya di Kampung Umbul Tengah, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan.
Di RT 03/07 Kampung Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Kota Serang, sebagian warganya juga tidak memiliki jamban.
Seorang warga yang rumahnya tidak memiliki jamban adalah Marudin.
Dia tinggal di rumah berdinding tembok berlantai belum keramik.
Pria berusia 65 tahun ini sudah tinggal selama 40 tahun. Selama itu juga, rumahnya belum dilengkapi jamban.
Marudin kemudian membuat jamban bersama tetangganya.
Di Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, juga ada warga yang belum memiliki jamban di rumahnya.
Rohman, warga Warung Jaud, mengaku masih membuang air besar di kali dan di kebun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/membuang-hajat-di-kebun.jpg)