BPS Pusat Catat Konsumsi Rumah Tangga Alami Penurunan Selama Pandemi

Menurut Suhariyanto, pandemi Covid-19 membuat pendapatan rumah tangga tidak stabil yang berdampak pada pengeluaran.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Yudhi Maulana A
Capture YouTube BPS Provinsi Banten
Rilis BRS Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan 4 2020 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, mengatakan konsumsi rumah tangga masuk dalam data pengeluaran yang alami kontraksi atau penurunan drastis.

Dilansir dari kanal youtube BPS Provinsi Banten (5/2/2021) hari ini, laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga turun sampai ke minus 3,61 persen.

"Fenomena penyebab turunnya pengeluaran konsumsi rumah tangga disebabkan banyak hal," kata Suhariyanto.

Berikut penyebab konsumsi rumah tangga alami penurunan:

- Penjualan makanan, minuman, tembakau, suku cadang, bahan bakar kendaraan, peralatan informasi dan telekomunikasi, barang budaya, rekreasi alami penurunan

- Penjualan mobil dan sepeda motor menurun

- Jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara berkurang

Kepala BPS Pusat Suhariyanto : Ada 7 Sektor Tak Goyah Saat Pandemi, 10 Sektor perlahan Bangkit

Setengah dari 11,9 Juta Jiwa di Banten Berusia Produktif, BPS: Peluang Percepat Pertumbuhan Ekonomi

- Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit menurun

- Volume penjualan listrik rumah tangga melambat

- PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) pendapatan pendidikan tumbuh menguat sedangkan PNBP pendapatan kesehatan menurun

"Hal-hal berikut yang alami kontraksi karena pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat lebih memilah apa yang harus menjadi kebutuhan atau tidak," katanya.

Menurut Suhariyanto, pandemi Covid-19 membuat pendapatan rumah tangga tidak stabil yang berdampak pada pengeluaran.

Suhariyanto juga memberitahu beberapa sektor yang tetap tumbuh meskipun pergerakannya melambat.

"Ada sektor yang tetap meningkat yaitu sektor infokom (informasi dan komunikasi), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor pertanian, sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor jasa pendidikan, sektor real estate serta sektor pengadaan air," jelasnya.

Untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mengalami peningkatan tertinggi sebesar 16,5 persen.

Sedangkan ada 10 sektor yang masih alami penurunan namun sudah alami perbaikan.

"10 sektor ini masih alami kontraksi tapi sudah membaik pelan-pelan yaitu sektor pengolahan, perdagangan, pertanian, kehutanan, perikanan, konstruksi, pertambahan, penggalian, transportasi dan pergudangan," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved