Kekupon, Debus, dan Memolo Jadi Tiga Motif Batik Keraton Banten Paling Laris
Tiga motif menjadi yang paling laris di galeri Batik Keraton Banten di Jalan Masjid Agung Banten, Kota Serang.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Reporter TribunBanten.com Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Tiga motif menjadi yang paling laris di galeri Batik Keraton Banten di Jalan Masjid Agung Banten, Kota Serang.
Tiga motif itu adalah kekupon, debus, dan memolo.
Pemilik Batik Keraton Banten, Ratu Novtatia Intan, mengatakan kekupon merupakan motif yang berangkat dari ukiran di mimbar Masjid Agung Banten.
• Batik Banten Mukarnas Miliki Koleksi Batik Bercorak Artefak Kesultanan Banten, Libatkan Arkeolog UI
Motif memolo juga masih berangkat dari bangunan Masjid Agung Banten, yaitu puncak menaranya.
Adapun motif debus berangkat dari alat yang digunakan pada pertunjukan debus.
"Di galeri Batik Keraton Banten ada 20 motif yang sudah memiliki hak cipta," ujarnya kepada TribunBanten.com di rumahnya, Sabtu (6/2/2021).
Menurut dia, harga di galeri Batik Keraton Banten tergantung dari bahan yang dipakai.
"Kalau katun biasa Rp 150.000 dan semi wol dolby Rp 750.000," ucapnya.
Ratu Novtatia Intan adalah anak kedua dari Tubagus Ismetullah Al Abbas yang merupakan pendiri Batik Keraton Banten.
Galeri Batik Keraton Banten sudah beroperasi sejak 4 Oktober 2012.
Menurut Ratu Novtatia Intan, ayahnya dulu membuat galeri Batik Keraton Banten karena resah.
"Tidak ada barang yang khas yang ditawarkan dari Banten kepada wisatawan yang berkunjung ke Banten Lama," katanya.
Selain batik, galeri Batik Keraton Banten juga menyediakan produk seperti peci dan romal atau ikat kepala yang bermotif khas.
Selain satuan, Batik Keraton Banten bisa memenuhi pesanan seragam untuk instansi, keluarga, dan komunitas.
Minimal pemesanan untuk seragam baju batik berjumlah 15.
Bukan hanya sebagai baju, Batik Keraton Banten dapat juga dijadikan sebagai cendera mata.
Pada masa pandemi Covid-19 ini, Ratu Novtatia Intan mengaku omzet penjualannya menurun.
Sebelum pandemi, dia mengaku omzetnya bisa mencapai Rp 5 juta per bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/batik-keraton-banten.jpg)