Kisah Dalikum Harus Berjualan Buah-Buahan Meski Usia Sudah Renta
Dalikum, seorang pria berusia 65 tahun asal Gunungsari Banten, berjualan buah-buahan untuk menghidupi kehidupan sehari-hari.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dalikum, seorang pria berusia 65 tahun asal Gunungsari Banten, berjualan buah-buahan untuk menghidupi kehidupan sehari-hari.
Dalikum berjualan di samping sebelah kanan Indomaret Trip Jamaksari dua, Kampung Cinanggung, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Banten.
Baca juga: Viral Kisah Gadis Cantik Cari Ayah Kandung Lewat TikTok, Berpisah Saat Usia Satu Tahun
Baca juga: Kisah Eks Bintang Timnas Indonesia M Nasuha, Sempat Tenar di Piala AFF Kini Hanya Bantu Istri Jualan
Berdasarkan pemantauan pada Selasa (16/2/2021) kemarin, terik panas matahari membuat
keringatnya jatuh bercucuran.
Ia tetap semangat berjualan, walaupun di usia tua.
"Mau bagaimana lagi mas, saya punya anak istri di kampung. Mereka perlu makan di sana," ujarnya kepada TribunBanten.com Selasa, (16/2/2021).
Dia berjualan di tengah keterbatasan fisik dan usia yang sudah renta.
Punggung yang menonjol ke belakang, membuatnya terlihat seperti bongkok.
Ia berjualan dari pagi hingga sore hari.
"Kadang jualan gak laku, seharian gak dapet uang," ujarnya.
Ia mengungkapkan berjualan buah-buahan dilakukan sudah lama.
Namun untuk jualan jeruk sendiri, baru dilakukan selama dua tahun yang lalu.
"Sebelumnya, jualan macam-macam buah. Cuma kalau sekarang hanya jeruk saja," ujarnya.
Jeruk yang dijual ini, dibeli dari salah satu penjual jeruk di pasar.
Dia membeli jeruk seharga Rp. 1 juta per 50 kilogram.
Kemudian dijual kembali seharga Rp 35.000 per kilogram.
Dalam sehari ia mampu menjual jeruk ini 3-5 kilogram.
"Bahkan pernah seharian cuma dua kilo lakunya. Kadang sampai ada yang busuk, terus saya makan," ujarnya.
Baca juga: Kisah Asiah Penjual Gemblong Asal Serang, Pernah Tinggal di Hutan Karena Tak Sanggup Sewa Kontrakan
Baca juga: Kisah Warga Desa Sumurgeneng Beli 176 Unit Mobil Baru dari Jual Tanah, Ada yang Dapat Rp 28 Miliar
Dia tinggal bersama salah satu anaknya di kontrakan tak jauh dari tempat berjualan.
Dua minggu sekali, dia pulang ke Gunungsari untuk memberikan uang kepada istri dan anak.
Dia mengaku mempunyai tujuh anak. Saat ini, dua anak sudah menikah dan ada lima anak yang masih harus dibiayai.
Semua anak tidak ada yang lulus sekolah.
Sehingga membuat mereka kesulitan mencari pekerjaan.
Sebenarnya, dia merasa lelah dan capek melakukan rutinitas ini.
Ia ingin sekali bisa beristirahat di rumah bersama istri dan anak.
Namun, roda perekonomian keluarga harus berputar agar istri dan anak bisa makan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kisah-dalikum.jpg)