Breaking News:

PBSI Minta Pebulutangkis Divaksin untuk Ajang Swiss Terbuka dan All England

Pengurus Pusat (PP) Pengurus Besar Seluruh Indonesia (PBSI) meminta pebulutangkis untuk divaksin.

Grafis Tribunnews/Ananda Bayu S
Ajang bulutangkis All England 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Pengurus Besar Seluruh Indonesia (PBSI) meminta pebulutangkis untuk divaksin.

Dalam waktu dekat, PBSI akan mengirimkan skuad Indonesia ke turnamen Swiss Terbuka yang akan diselenggarakan 2-7 Maret mendatang.

Rencananya, tim Indonesia akan berangkat pada 25 Februari, sehingga PBSI berharap para atlet dan official yang berangkat untuk segera divaksin.

"Paling dekat yang harus mendapatkan vaksin adalah atlet, pelatih, dan tim pendukung yang akan berangkat ke Swiss mengikuti Swiss Terbuka tanggal 2-7 Maret, dan mereka akan diberangkatkan 25 Februari," kata Wakil Sekjen PP PBSI, Edi Sukarno, seperti dilansir laman badmintonindonesia.org.

"Saya tadi minta kalau bisa sebelum 25 Februari ini, mereka yang ke Swiss itu sudah diberikan vaksin," ucapnya.

Baca juga: Gagal di Thailand Terbuka dan World Tour Finals 2020, PBSI: Kualitas Pebulutangkis Indonesia Menurun

Baca juga: Aliran Dana Suap Eks Menteri KKP Edhy Prabowo Diduga untuk Sewa Apartemen Pebulutangkis Wanita

Edi Sukarno mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (17/2) siang.

Rapat yang diadakan melalui aplikasi Zoom Meeting ini membahas mengenai pemberian vaksin bagi atlet berprestasi, termasuk pada cabang olahraga bulutangkis.

Berlangsung selama 90 menit, rapat dihadiri oleh Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, perwakilan dari KONI, Kementerian Kesehatan, juga beberapa cabang olahraga lainnya.

"Tadi saya mewakili PBSI, Zoom Meeting dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Deputi 4, kemudian beberapa yang mewakili Kementerian Kesehatan, KONI, dan beberapa cabang olahraga yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin," tutur Edi kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

"Saya mengusulkan tadi kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga agar kalau bisa tidak hanya atlet-atlet yang akan diberangkatkan mengikuti berbagai kegiatan, tetapi juga semua atlet yang ada di pelatnas nantinya diberikan vaksin. Sebab semua atlet yang ada di pelatnas adalah atlet yang berprestasi," jelas Edi.

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved