Breaking News:

BPBD Ungkap Penyebab Tanah Bergerak di Lebak Banten, Berpotensi Terulang

Telah terjadi pergeseran tanah di Kampung Jampang Cikoneng, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.

(KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN)
Bencana tanah bergerak terjadi di Kampung Jampang Cikoneng, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Telah terjadi pergeseran tanah di Kampung Jampang Cikoneng, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.

Baca juga: Warga Laporkan Terjadi Bencana di Tiga Tempat, BPBD Kabupaten Serang Langsung Meluncur Siang ini

Baca juga: Peringatan Dini BPBD Terkait Bencana di Kota Serang Banten, 8 Wilayah Berpotensi Banjir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan potensi tanah bergerak masih akan terjadi di wilayah Banten bagian selatan.

"Iya jadi pergerakan tanah yang ada di sana itu akan terus terjadi hingga titik jenuh. Dan selain itu juga struktur pertanahan yang ada di sana memang tidak cocok untuk didirkan pemukiman," kata dia, saat dihubungi Tribunbanten.com, Rabu (24/2/2021).

Dia menjelaskan tanah bergerak akan terus berlangsung di Kampung Jampang karena bentuk tanah yang berada di sana sangat tidak dimungkinkan masyarakat untuk membangun pemukiman yang berada di sana.

Hal ini sejalan dengan kajian yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada satu tahun yang lalu.
Sehingga menurut dia masyarakat sudah harus meninggalkan pemukiman tersebut.

Selain itu, kata dia, pergerakan tanah bisa saja terjadi akibat ulah manusia yang masih melakukan penambangan pasir dan juga faktor alam lainnya.

Pemukiman yang ada di Kampung Jampang tersebut berada dekat sungai yang dimana ketika air jatuh ke tanah akan mendorong struktur tanah hingga ke sungai.

"Kalau dilihat secara utuh juga kan disana, patahan tanahnya juga sampai ke ujung sungai," ujarnya.

Baca juga: BPBD Banten: Banjir Berpotensi Terjadi Kembali di Kabupaten Serang

Baca juga: BPBD: 7 Kecamatan di Pandeglang Banjir, 1195 Kepala Keluarga Terdampak

Pihaknya telah mendata jumlah masyarakat yang ada di sana untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Setidaknya anggaran yang akan dikeluarkan untuk merelokasi masyarakat disana sebesar Rp 700 juta yang diambil dari APBD Lebak.

Saat ini, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Lebak untuk melakukan relokasi dan anggaran agar masyarakat dapat diberikan keselamatannya.

"Nantinya warga akan diberikan dana stimulan dengan nilai maksimal Rp 25 juta untuk relokasi mandiri. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah Kampung tersebut harus dikosongkan," tambahnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved