Kisah Anak Piatu Dipukuli Warga Karena Dituduh Mencuri, Ayahnya yang Sakit Jiwa Tampar Dedi Mulyadi
RH sendiri sudah tidak memiliki ibu karena meninggal dunia. Sedangkan sang ayah menderita sakit jiwa.
Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUNBANTEN.COM - Seorang anak piatu asal Purwakarta, RH babak belur dihajar warga di Karawang, Jawa Barat.
Bocah tersebut dihajar warga karena memanjat pagar dan masuk halaman warung di kawasan Kotabaru, Karawang, pada Rabu (17/2/2021). Ia dituding hendak mencuri.
RH sendiri sudah tidak memiliki ibu karena meninggal dunia. Sedangkan sang ayah menderita sakit jiwa.
Kabar itu pun sampai ke telinga anggota DPR RI, Dedi Mulyadi.
Ia lantas menjenguk RH pada Jumat pada pekan lalu.
Korban pernah mengenyam pendidikan pesantren di Cikopak, Purwakarta.
Namun karena nakal, ia pun dkeluarkan.
Dikutip dari Kompas.com, bocah itu juga pernah ke Indramayu, namun balik lagi ke Purwakarta.
Berdasarkan pengakuannya, kata Dedi, bocah tersebut pulang dari masjid lalu dijemput dua orang anak jalanan yang baru dikenalnya.
Penjemputan itu adalah yang kedua kalinya.
Baca juga: Cerita Mantan Pramugari Depresi dan Kini Jadi ODGJ, Dirawat Yayasan dan Begini Perubahannya Sekarang
Baca juga: Viral Seorang Ibu Tertangkap Basah Mencuri Uang Saat Datang ke Resepsi Pernikahan, Ngakunya Khilaf
Kali ini bocah RH diajak oleh mereka untuk memanjat pagar dan masuk ke halaman warung.
"Dia disangkanya maling, ya digebukin. Lalu diserahkan ke polsek Kota Baru. Lalu dibawa ke rumah sakit untuk dibersihkan," kata Dedi.
Dedi mengatakan, memang memanjat pagar warung adalah tindakan salah.
Tapi anak itu dihakimi adalah perbuatan salah juga.

Karena kasihan, Dedi kemudian menanggung biaya perawatan anak itu di Rumah Sakit Izza Cikampek.
Setelah itu, ia akan membawanya ke Cireok untuk direhab.
"Saya sekarang punya pesantren di Cireok, khusus menangani anak-anak bandel," kata Dedi.
Dedi berharap, Polres Karawang, terutama unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menindaklanjuti unsur penganiayannya.
"Saya minta unsur penganiayannya harus segera ditangani. Itu ranahnya kepolisian," kata Dedi.
Dedi Mulyadi rupanya kembali mendatangi rumah RH untuk kedua kalinya.
Baca juga: Aldi Taher Buat Lagu Unuk Nissa Sabyan, Pemerhati ODGJ: Harus Secepatnya Ditangani
Baca juga: Viral Video Wanita Pergoki Suaminya Bersama Wanita Lain Saat Valentine, Diduga Pejabat Penting
Tujuannya untuk meminta izin kepada ayah RH, Iwan untuk membawa adik RH, JF disekolahkan ke pesantren di Cireok, Purwakarta.
Dikutip dari TribunJabar setelah mengunjungi warga korban banjir, Dedi Mulyadi kemudian menuju ke rumah Raihan di Kabupaten Karawang.
Namun kemudian terjadi insiden yang mengagetkan di dalam rumah Raihan.
Saat Dedi Mulyadi meminta izin kepada Iwan untuk memasukan Yusuf ke pesantren, tanpa disangka tiba-tiba Iwan melayangkan tangannya ke arah wajah Dedi Mulyadi.
Tak hanya sekali, Iwan menampar wajah Dedi Mulyadi dua kali.
Meski mengagetkan, dua kali tamparan itu tidak membuat Dedi marah, malah mantan bupati Purwakarta itu terlihat tenang dan tersenyum.
"Saya tetap tersenyum karena dia melakukan itu tanpa kesadaran. Suatu saat, saya akan membawanya untuk diobati," kata Dedi melalui ponselnya.
Setelah situasi memungkinkan, Dedi Mulyadi lalu membawa Yusuf untuk belajar di Pesantren Cireok.
Yusuf sendiri terlihat senang, senyum tampak mengembang di bibirnya.
Yusuf pun kini menjadi santri di Pesantren Cireok dan menjadi teman Caswara, Agis, Fikri, dan Iqbal.
Keempat anak tersebut juga ditolong Dedi Mulyadi dan dimasukkan ke pesantren.
"Semoga mereka tumbuh menjadi anak yang saleh. Tak ada perjuangan tanpa risiko. Mobil tenggelam dan ditampar dua kali adalah kenangan terindah yang saya nikmati," kata Dedi.
(Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Dua Kali Ditampar Orang Sakit Jiwa, Tetap Senyum Minta Izin Anaknya Masuk Pesantren, dan Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi Jenguk Bocah Yatim yang Dihajar Warga karena Panjat Pagar)