Kebangkitan Industri Pariwisata Bergantung pada Program Vaksinasi

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak berat selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Editor: Glery Lazuardi
ist
Area wisata Tanjung Lesung 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak berat selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Berbagai aktivitas warga dihentikan termasuk berkunjung ke tempat wisata.

Padahal, pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas karena menyumbang lapangan kerja bagi 34 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata berupaya mewujudkan visi misi presiden terkait program pengembangan destinasi pariwisata, termasuk Bali dan 5 Destinasi Super Prioritas.

5 Destinasi Super Prioritas tersebut, yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

"Tentu tetap harus disiplin menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 3T: testing, tracing dan treatment," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, seperti dilansir laman covid19.go.id, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Gedung Juang 45, Pusat Edukasi dan Wisata Sejarah di Kota Serang Resmi Dibuka untuk Umum

Baca juga: Komunitas Sepeda Tua Banten, Gerakan Pelestarian dan Hidupkan Budaya Bersepeda untuk Wisata Olahraga

Melalui program vaksinasi, kata dia, sektor pariwisata di Indonesia dapat pulih.

Program vaksinasi Covid-19 yang tengah berjalan saat ini menjadi kata kunci untuk membangkitkan perekonomian Indonesia, khususnya sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memaparkan hasil survei dan kajian, bahwa 84,42 persen pelaku usaha mengaku mengalami dampak negatif dari Pandemi Covid-19, kemudian 9,24 persen mengaku mengalami dampak positif, sedangkan 6,34 mengaku tidak terdampak apa-apa.

Ia menjelaskan, sektor UMKM khususnya pada bidang pariwisata terkena krisis pertama bahkan pada ronde pertama.

"Mereka terkena dampak langsung, dipaksa bertahan di tengah keterbatasan dan harus mampu untuk bangkit," jelas Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan, permintaan terhadap Pariwisata memurun dimana jumlah wisatawan turun drastis sampai lebih dari 70 persen.

Karena itu, para pelaku industri pariwisata saat ini butuhnya solusi kongkrit dan tepat sasaran.

"Maka perlu langkah terobosan atau Quick Win di 2021. Yakni dengan akselerasi upaya pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang selaras dengan upaya penurunan angka penyebaran Covid-19," jelas Sandiaga.

Ia memaparkan sejumlah langkah yang Gercep (Gerak Cepat) untuk dilakukan. Pertama tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin sebagai fokus utama.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved