Pengrajin Asal Serang Manfaatkan Limbah Kulit Kerang, Kini Berhenti Produksi Karena Pandemi

Selama menjalankan usahanya Yono hanya mengandalkan dari event atau pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Yono Budiono, pengrajin asal Serang yang menggunakan limbah laut sebagai kerajinan tangan 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Yono Budiono (49), seorang pengrajin yang memanfaatkan limbah laut sebagai kerajinannya.

Warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu membuat sebuah kerajinan dari bahan pokok limbah kulit kerang.

"Ada lampu hias, bunga, cermin, kotak tisu, asbak rokok, banyaklah mas. Semuanya dari limbah kulit kerang," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di Jalan Pasar Karangantu.

Yono mengaku bahwa usaha ini sudah ia lakoni sejak tahun 2017.

Selama menjalankan usahanya Yono hanya mengandalkan dari event atau pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah.

"Paling memasarkannya di acara pameran mas. Biasanya saya di undang untuk memamerkan hasil kerajinan, nah dari situ produk-produk saya dikenal dan terjual di sana" ujarnya.

Hasil karyanya yang cukup bagus ini, memiliki nilai jual yang begitu tinggi.

Baca juga: Syarat Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tahun 2021 yang Cair Bulan Maret, Ini Caranya

Baca juga: Pembagian BPUM Berlanjut Tahun 2021, Akan Diberikan Untuk 24 Juta Pelaku UMKM

Namun, ia kesulitan dalam memasarkan produk-produk yang ia buat.

"Soalnya saya gaptek (gagap teknologi) mas. Saya belum mengerti bagaimana cara memasarkan via online," ujarnya.

Pengetahuannya yang kurang soal pemasaran secara online, membuat pria berusia 49 tahun itu hanya mengandalkan sebuah acara event.

Baginya setiap kali di undang dalam acara pameran, produk-produk yang ia buat selalu laris di pasaran.

"Kalo buka stand di acara pameran, produk-produk yang saya tampilkan itu banyak yang beli mas," ujarnya.

Namun saat adanya pandemi ini, ia terpaksa menghentikan produksi.

"Soalnya kalo masa pandemi gini, nggak ada event. Jadi, beberapa bulan ini sudah vakum," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, usahanya masih tetap berjalan hanya saja belum stabil.

"Buat kerajinan masih tetap dilakoni, cuma hanya membuat beberapa produk. Soalnya situasi masih belum stabil, jadi hanya membuat kerajinan kalau ada pesanan saja," ujarnya.

Ia berharap agar masa pandemi ini segera selesai agar kegiatan usahanya tetap bisa berjalan. 
 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved