Breaking News:

Jangan Lakukan Ini Jika Tak Ingin Diblokir Permanen Oleh WhatsApp

WhatsApp sepertinya tak mau terus menerus dijadikan kambing hitam atas maraknya kejahatan siber yang menggunakan platformnya selama ini

BUSINESS TODAY
Ilustrasi Logo WhatsApp. Soal Kebijakan Privasi WhatsApp: Pembaruan Ditunda hingga Tegaskan Takkan Ada Akun yang Ditangguhkan 

"Mohon terima pembaruan ini untuk terus menggunakan WhatsApp," bunyi pesan tersebut seperti diberitakan laman Daily Express, Rabu (10/3/2021).

Dalam sebuah artikal yang dimuat dalam blog WhatsApp, diisebutkan bahwa WhatsApp tidak akan menghapus akun pengguna. Namun, bagi pengguna yang tidak setuju dengan aturan baru ini, suka tidak suka, mereka tidak akan mendapat layanan penuh sampai pengguna menekan tombol setuju.

Baca juga: Cara Mudah Klaim Token Listrik Gratis Februari 2021 Melalui WhatsApp atau PLN Mobile

Baca juga: Sisa Dua Bulan Lagi, Klaim Token Listrik Gratis PLN di www.pln.co.id atau Chat WhatsApp 08122123123

"Untuk waktu yang singkat, Anda masih dapat menerima panggilan dan pemberitahuan. Hanya itu. Anda tidak akan dapat membaca atau mengirim pesan dari aplikasi,” ungkap WhatsApp.

Saat WhatsApp pertama kali mengungkapkan perihal syarat dan ketentuan mengenai privasi yang diperbarui akhir tahun lalu, banyak yang khawatir bahwa itu adalah cara Facebook untuk mengumpulkan lebih banyak data pribadi pengguna WhatsApp.

Akan tetapi, WhatsApp bersikukuh bahwa hal tersebut tidak akan terjadi dan menjamin data penggunanya akan aman dan tidak akan disalahgunakan.

Perubahan kebijakan privasi yang akan datang tidak memungkinkan Facebook untuk mengakses lebih banyak data dari obrolan pribadi pengguna. Mereka mengklaim syarat dan ketentuan hanya akan mempengaruhi percakapan dengan akun bisnis saja.

Sebelumnya, protes keras dilayangkan Pemerintah Afrika Selatan yang memutuskan Facebook dan anak usahanya tidak boleh menyebarkan data pribadi yang dikumpulkan dari pengguna WhatsApp.

Aplikasi Facebook diwajibkan untuk mendapat izin resmi dari Badan Informasi Afrika Selatan (The Information Regulator/IR) jika ingin memanfaatkan data pribadi penggunanya dari warga negara tersebut.

“WhatsApp tidak boleh memproses informasi kontak apapun dari penggunanya tanpa mendapat restu kami. Baik untuk tujuan pengumpulan nomor secara khusus maupun tujuan menghubungkan informasi itu secara bersama-sama dengan informasi yang diproses oleh perusahaan Facebook lainnya,” kata Kepala IR, Pansy Tlakula.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Whatsapp Lebih Galak, Pengguna yang Bandel Siap-siap Diblokir Permanen

Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved