Breaking News:

All England 2021

Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Marcus Gideon Curhat di Media Sosial: Kami Terkejut

Bintang bulu tangkis Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, mengeluhkan keputusan sepihak BWF yang membatalkan keikutsertaan Indonesia di All England 2021

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon berpose usai wawancara dengan Tribun Network di di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, BIRMINGHAM - Bintang bulu tangkis Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, mengeluhkan keputusan sepihak BWF yang membatalkan keikutsertaan kontingen Indonesia di All England 2021.

Marcus Fernaldi Gideon menuliskan keluhan di akun media sosial Instagram mengenai keluhan terhadap ketidakprofesionalan BWF dan panitia penyelenggara All England 2021.

“Malam ini kami sangat terkejut mendengar berita bahwa kami (pemain bulutangkis Indonesia dan officials) harus ditarik dari All England karena penumpang dalam penerbangan yang sama dengan kami dinyatakan positif Covid-19,” tulis Marcus dalam bahasa Inggris di Instagram pribadinya.

Ia menyatakan, dalam kasus ini, Badminton World Federation (BWF) telah gagal menyelenggarakan turnamen All England.

“Sebelum terbang, kami seluruh tim Indonesia telah dites negatif dan kami telah kembali dites negatif pada saat kami tiba di hotel (di Inggris),” lanjutnya.

Menurutnya, jadwal pertandingan All England hari ini telah tertunda karena ada tujuh anggota tim dari negara lain yang dites positif Covid-19.

“Setelah mereka dites kembali, hasil tesnya (satu hari) kemudian dinyatakan negatif,” ujar Marcus.

Baca juga: Kronologi Tim Indonesia Mundur dari All England 2021

Baca juga: Kontingen Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Tagar #SaveBadminton Trending Topik di Twitter

Marcus menyatakan, mengapa tim Indonesia tidak mendapatkan keadilan. Menurutnya, jika memang pemerintah Inggris memiliki aturan ketat dalam penanganan Covid-19, mengapa BWF tidak menerapkan aturan sistem ‘bubble’ dalam turnamen ini, dan mengapa mereka tidak dikarantina setelah tiba di Inggris.

“Kami sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap hasil tes yang mereka lakukan. Karena seperti yang bisa kita lihat, semua tujuh kasus positif Covid-19 bisa berubah menjadi negatif hanya dalam satu hari (tes kedua dilakukan satu hari setelah tes pertama),” tulis Marcus.

Selain itu, di kolom komentar dia meminta pertanggungjawaban BWF sebagai pihak penyelenggara All England.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved