Breaking News:

Outstanding Jamkrida Banten Sudah Capai Triliunan Rupiah, Nilai Aset Tumbuh Tiga Kali Lipat

Jamkrida juga memberikan bantuan konsultasi manajemen dan kegiatan usaha lainnnya yang dapat menunjang pencapaian tujuan perusahaan.

TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Direktur Utama Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Nilai outstanding penjaminan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten dari hingga saat ini sudah mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

Selain itu, nilai aset badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Banten ini sudah mencapai tiga kali lipat dibandingkan penyertaan modal awal sekitar Rp 56,5 miliar.

Jamkrida Banten adalah badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Banten dalam bidang penjaminan kredit.

Termasuk penjaminan kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca juga: Kabar Gembira! BTN Potong Bunga Kredit, KPR Dapat Paling Besar

Baca juga: Kredit Usaha Rakyat Solusi Ekonomi di Tengah Sulitnya Permodalan

Perusahan ini merupakan kegiatan usaha penjaminan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan perbankan atau badan usaha lainnya.

Selain itu, Jamkrida juga memberikan bantuan konsultasi manajemen dan kegiatan usaha lainnnya yang dapat menunjang pencapaian tujuan perusahaan.

Direktur Utama Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman mengatakan fungsi Jamkrida adalah meningkatkan level kepercayaan diri kreditur untuk menyalurkan pinjaman kepada nasabah.

"Kreditur membayar imbal jasa penjaminan dan menyampaikan daftar nominatif kredit secara periodik kepada kami," ujar Hendra kepada TribunBanten.com didampingi Kadiv SDM dan Umum Jamkrida Banten Asep Wahyu Mulyana di Jamkrida Banten, Senin (22/3/2021).

Jika kredit macet, kreditur akan mengajukan klaim atau ganti rugi kepada penjamin.

Penjamin akan membayar klaim sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika semua persyaratan terpenuhi.

Baca juga: 9 Jurus Bank Indonesia Demi Mendukung Pemulihan Perekonomian Nasional

Karena klaim dibayar oleh penjamin kepada kreditur, maka hak tagih berpindah kepada Jamkrida Banten (subrogasi) maka setiap setoran terhadap tunggakan menjadi hak Jamkrida Banten melalui kreditur.

Jamkrida Banten telah bemitra dengan puluhan lembaga keuangan bank dan non-bank, yaitu bank umum, bank perkreditan rakyat (BPR), lembaga keuangan mikro (LKM), serta baitul maal wa tamwil (BMT).

Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved