Breaking News:

9 Jurus Bank Indonesia Demi Mendukung Pemulihan Perekonomian Nasional

Dalam paket kebijakan terpadu untuk meningkatkan pembiayaan dunia usaha

Editor: Agung Yulianto Wibowo

TRIBUNBANTEN.COM - Ada sembilan strategi yang disiapkan Bank Indonesia (BI) demi pemulihan perekonomian nasional.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, Bank Indonesia menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Dalam paket kebijakan terpadu untuk meningkatkan pembiayaan dunia usaha," ujarnya dalam konferensi pers BI secara virtual, Kamis (18/3/2021). 

Baca juga: LINK Mengunjungi dan Melihat Karya Kreatif Banten 2021 yang Digelar Bank Indonesia Perwakilan Banten

Baca juga: Kepala KPW BI Banten: Gunakan QRIS Bank Indonesia, Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Baca juga: Bank Indonesia: Enam Kabupaten/Kota di Banten Akan Gunakan Transaksi Digital

Menurut dia, BI akan lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif, akselerasi pendalaman pasar uang, dukungan kebijakan internasional, serta digitalisasi sistem pembayaran.

 

Yang pertama, BI akan memperkuat kebijakan nilai tukar Rupiah dengan tetap berada di pasar melalui triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Kedua, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif.

Ketiga, memperluas penggunaan instrumen Sukuk Bank Indonesia (SukBI) pada tenor 1 minggu sampai dengan 12 bulan untuk memperkuat operasi moneter syariah mulai berlaku 16 April 2021.

Keempat, memperkuat transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan secara lebih rinci, serta berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung percepatan transmisi kebijakan moneter dan peningkatan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha.

Kelima, memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM/RIM Syariah) dengan memasukkan wesel ekspor sebagai komponen pembiayaan, serta memberlakukan secara bertahap ketentuan disinsentif berupa Giro RIM/RIMS.

"Hal tersebut untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan ekspor guna mengakselerasi pemulihan ekonomi," jelas Perry.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved