Cerita Piya, Wedding Planner Asal Serang Hadapi Tantangan Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi
Wedding Planner juga dapat menjadi tempat bagi para klien untuk berkonsultasi mengenai beberapa hal terkait pernikahan.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM - Tren pernikahan di masa pandemi tidak luput dari peluang bisnis wedding planner yang cukup menjanjikan.
Hal ini ditanggapi cepat oleh Shafira Haque, perempuan muda asal Kota Serang, yang memilih untuk memulai bisnis wedding planner sejak pertengahan Maret 2020.
Kepada TribunBanten.com, Piya, begitu ia biasa dipanggil, menjelaskan, wedding planner adalah penawaran suatu jasa yang secara khusus membantu calon pengantin dan keluarga dalam merencanakan rangkaian acara pernikahan sesuai dengan konsep yang sesuai dengan keinginan klien.
Pekerjaannya dimulai dari mengorganisir dan mempersiapkan setiap bagian-bagian kecil hingga yang terbesar pada perencanaan hingga hari H pernikahan, termasuk akad nikah dan resepsi.
Wedding Planner juga dapat menjadi tempat bagi para klien untuk berkonsultasi mengenai beberapa hal terkait pernikahan.
seperti mengurus pemilihan vendor, pemilihan lokasi dan tempat, perias, baju pernikahan, sovernir, catering, sound system, hiburan, pembawa acara dan talent, bahkan mengelola nominal uang harus dikeluarkan calon mempelai untuk pestanya.
“Wedding Planner dan Wedding Organizer sebenernya berbeda. Wedding Planner benar-benar dari perencanaan awal sedangkan WO hanya bertugas pada hari H saja. Sedangkan kami rangkap dua-duanya,” ujar Piya dirumahnya di Jalan Gunung Agung, Kota Serang, Banten Rabu, (24/03/2021).
Piya tidak sendiri. Bersama dengan kerabatnya, Hani Shafarisa (27), ia membentuk tim Wedding Planner bernama ‘Eternal Planner’.
Baca juga: Pernikahan Atta dan Aurel Batal Digelar di Masjid Istiqlal, Polisi Dialihkan ke Lokasi Lain
Baca juga: Ditegur KPI, Atta Halilintar Sebut Rangkaian Acara Jelang Pernikahannya Bermanfaat untuk Publik
Saat ini tim Eternal Planner berjumlah 14 orang dan setiap anggota memiliki tugasnya masing-masing.
Piya menceritakan awal mulanya berkecimpung di bidang jasa pengorganisasian pernikahan ini.
“Awalnya membuat wedding planner karena adanya support dari keluarga, terutama Mama yang memang berprofesi di dunia per-wedding-an. Tidak langsung praktek. Latihan trial dan error dulu sebelumnya di beberapa nikahan saudara,” ujar wanita 24 tahun ini.
Ia juga melihat peluang yang besar dan nampak menguntungkan dalam bidang ini.
“Pasarnya terbuka luas, karena pernikahan selalu ada bahkan banyak di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Piya.
Terlebih saat ini banyak calon pasangan yang tidak mau repot mengurus persiapan atau tidak mempunyai waktu untuk mempersiapkan hari pernikahannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/wedding-planner.jpg)