Breaking News:

DLH Kabupaten Serang Kelola Sampah Bernilai Ekonomi Berbasis Masyarakat

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang membuat terobosan penanganan sampah.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ilustrasi tumpukan sampah liar 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang membuat terobosan penanganan sampah.

Upaya yang dilakukan dengan cara membuat Stasiun Peralihan Antara (SPA) sampah di empat zona, yaitu barat, utara, timur dan selatan.

"Untuk program ini sebenarnya sudah dari 2020, namun karena terbentur Covid-19 maka harus ditunda terlebih dulu," kata Kepala Bidang Persampahan Kabupaten Serang Toto Mujiyanto, kepada TribunBanten.com Selasa(23/3/2021).

Untuk mengelola sampah, kata dia, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan.

Baca juga: Banyak Tumpukan Sampah Liar di Serang, DLH: Masyarakat Juga Harus Tanggung Jawab Jaga Lingkungan

Baca juga: Bersihkan Sampah di Pulau Merak Kecil, Komunitas Anak Pulo Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Upaya penanganan dan pengurangan sampah, selama proses pengelolaan SPA ada kegiatan pemilahan, incinerator berbasis hidro, reuse dan recycle.

Nantinya pengelolaan SPA akan disebar di beberapa titik di antaranya, Kecamatan Tirtayasa, Bandung, Petir, dan Kramatwatu.

"Untuk pengelolaan sampah berbasis incinerator ini sampah dimasukan ke alat dikeringkan lalu dibakar dan sampah tersebut akan menjadi abu," ujarnya

Dari abu itu akan dicetak kembali untuk dijadikan sebuah batako, yang nantinya akan dipergunakan untuk membantu pembangunan rumah yang tidak layak huni.

Selain itu, dia mengajak masyarakat mengubah paradigma terhadap sampah, agar sampah yang selama ini dianggap sebagai sumber masalah dapat dijadikan peluang usaha agar memiliki nilai jual.

Baca juga: Sempat Menolak, Warga TPSA Cilowong Terima Lokasi Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah, Ini Alasannya

Baca juga: Ketua RT Sebut Warga Penolak Kiriman Sampah 400 Ton Tangsel ke TPA Cilowong Sudah Menerima

Tujuan pengelolaan sampah, kata dia, untuk mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis atau pemanfaatan sampah.

Lalu, mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

Dia berharap program itu dapat segera terlaksana agar masalah sampah di Kabupaten Serang dapat teratasi.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved