Penderita TBC di Pandeglang Capai 2.098 Orang dalam Setahun, Dinkes: Lebih Bahaya Dari Covid-19

Kendati begitu, penyakit tersebut bisa saja disembuhkan dengan perawatan kesehatan yang super intensif.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
George Washington University Hospital
ILUSTRASI - Tangkap layar video paru-paru manusia yang rusak karena Virus Corona. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mencatat selama satu tahun terakhir, sebanyak 2.098 masyarakat Pandeglang terinfeksi TBC.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Achmad Sulaeman menerangkan angka tersebut sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan hidup warganya.

Ia menerangkan, tingginya angka orang yang terdampak TBC di Pandeglang diakibatkan oleh faktor pengobatan yang tidak lengkap dan kesadaran akan pola hidup sehat di masyarakat masih sangat rendah.

"Harus kita akui dari Dinkes sendiri masih kurang penyuluhanya harus dikuatkan lagi dari mulai Puskesmas sampai ke desa," katanya saat dihubungi, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Warga Serang Tewas Tersambar Petir di Tengah Sawah Saat Cuaca Cerah, Korban Tinggalkan Anak Istri

Baca juga: Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Polda Banten Tingkatkan Pengamanan Objek Vital dan Tempat Ibadah

Sulaeman menerangkan, selama satu tahun terakhir ini pihaknya sangat dipusingkan dengan angka Covid-19 yang terus meningkat dan TBC yang juga semakin menggila.

Bahkan menurutnya, penyebaran TBC sendi di belahan dunia masih sangat berbahaya, karena dapat menyebar dan dapat mengakibatkan kematian.

"Dibandingkan dengan Covid-19, tentu ini jauh lebih bahaya. Bahkan penyebaran bisa menyebar dari kotoran dahak yang ditinggalkan oleh penderita," terangnya.

Kendati begitu, penyakit tersebut bisa saja disembuhkan dengan perawatan kesehatan yang super intensif.

Setidaknya butuh waktu enam bulan untuk penderita bisa lepas dari penderitaan TBC yang ia alami.

"Bisa disembuhkan apabila teratur dan disiplin. Penyembuhan sendiri dapat dilakukan selama 6-9 bulan, bahkan lebih dari itu bisa untuk pemulihan," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved