Cara Pakai Engine Brake Motor Matik serta 3 Kesalahan Pengguna Skutik
Berikut ini cara menggunakan engine brake pada motor matik. Bisa digunaan saat berada di medan perbukitan atau turunan tajam
Penulis: Renald | Editor: Abdul Qodir
TRIBUNBANTEN.COM - Engine brake adalah teknik pengereman dengan memanfaatkan putaran rendah mesin.
Engine brake biasanya sering digunakan oleh kendaraan dengan transmisi otomatis, baik roda dua maupun roda empat.
Meski sering digunakan di transmisi manual, motor dengan transmisi otomatis pun bisa menggunakan engine brake untuk menahan laju kendaraan.
Engine brake diperlukan untuk mengurangi penggunaan rem saat kendaraan melaju di jalan perbukitan maupun jalan yang menurun.
Penggunaan engine brake dapat membantu mengurangi 'kelelahan' rem.
Jika dalam medan yang menurun atau berbukit sering menggunakan rem, maka akan terjadi vapor lock atau adanya uap air pada sistem pengereman.
Akibatnya, rem bisa los atau gagal fungsi.
Baca juga: Tips Naik Motor saat Musim Hujan, Ketahui Teknik Pengereman hingga Cek Kondisi Ban
Baca juga: Cara Bonceng yang Benar untuk Wanita hingga Hindari Kecelakaan saat Musim Hujan
Begitu juga dengan kendaraaan roda empat.
Terlalu sering menggunakan rem tangan bisa menyebabkan terjadi pemuaian hingga rem tidak berfungsi.
Dikutip dari Kompas.com, ada teknik khusus untuk menggunakan engine brake di kendaraan matik.
Sagety Riding Supervisor Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengatakan bahwa engine brake dapat digunaan saat motor melewati jalan turunan tajam.
Selain menggunakan rem depan dan belakang secara bergantian, pengendara juga bisa memaksimalkan engine brake.
Caranya, dengan menahan putaran gas rendah.
“Khusus matik agar bisa ada engine brake, gas harus ditahan agar kopling tersambung sehingga kecepatan roda belakang yang lebih tinggi bisa ditahan oleh putaran mesin yang rendah,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2020).
Baca juga: Alasan Kenapa Pemula Dianjurkan Menarik Tuas Rem Sepeda Motor dengan Empat Jari
Baca juga: Honda Brio Terlaris, Rush, Avanza, dan Xpander di Posisi Bawah, Ini 10 Mobil Terlaris Februari 2021
Penggunaan engine brake ini bisa menghindari terjadinya panas berlebih pada sistem pengereman.
Pasalnya, jika rem terlalu sering digunakan, maka bisa menyebabkan rem panas dan tidak berfungsing bahkan bisa los.
Kejadian rem los tersebut sering terjadi saat pengendara motor matik melintsi kawasan perbukitan dan terlalu sering menggunakan rem.
Di motor matic, ada beberapa teknik pengereman.
Oke mengatakan, rem belakang itu digunakaan hanya saat pengendara akan mengurangi laju kendaraan tapi tidak berhenti.
Sedangkan rem belakang dan rem depan digunakan bersamaan saat ingin berhenti dengan porsi rem depan lebih kuat.
“Rem belakang itu hanya digunakan saat pengendara akan mengurangi laju kendaraan tapi tidak berhenti. Kalau untuk berhenti menggunakan rem depan dan belakang bersamaan. Dengan rem depan lebih kuat,” katanya.
Baca juga: Cara Untuk Mengetahui Apakah Kita Kena ETLE atau Tidak, Kunjungi Situs Ini
Penggunaan rem secara bergantian tersebut diperlukan saat melewati turunan tajam atau jalan di pegunungan.
3 Kesalahan Pengguna Motor Matik
Oke juga menyebutkan tiga kesalahan pengendara motor matic.
Berikut ini tiga kesalahan yang sering dilakukan oleh mengendara motor matik
1. Menarik gas tiba-tiba
Tak sedikit pengendara motor matic yang menarik gas secara tiba-tiba untuk mendapatkan tenaga lebih besar.
Tujuan menarik gas tiba-tiba biasanya ingin mendapatkan akselerasi motor lebih cepat.
Padahal, mendapatkan tenaga motor dengan cara seperti itu merupakan hal yang salah.
Oke menjelaskan, kebiasaan tersebut akan berakibat komponen mesin, transmisi, dan ban akan menjadi lebih cepat aus.
“Hal ini karena selalu mendapat stress (tekanan berlebihan) berulang-ulang. Sebaiknya, dibiasakan membuka gas selalu dengan cara mengurut (bertahap), sehingga kecepatan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Keuntungan teknik menarik gas secara bertahap yakni membantu mesin mendapatkan pembakaran yang optimal.
Pembakaran yang optimal dapat membuat irit bahan bakan.
Selain itu, komponen juga lebih awet karena tidak mengalami stress yang berulang.
2. Menahan gas dan rem bersamaan
Kesalahan yang kedua yakni banyak yang pengendara yang menahan gas dan rem secara bersamaan.
Tujuannya yakni untuk mendapatkan keseimbangan saat berkendara.
Ternyata kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kampas rem serta kopling akan menjadi cepat aus.
“Untuk mendapatkan keseimbangan saat berkendara perlu adanya latihan. Berlatih untuk mendapatkan keseimbangan dengan cara mengolah keterampilan berkendara tanpa kaki turun di kecepatan ekstra rendah atau sangat pelan,” ucapnya.
Baca juga: Bergaya Racing, Velg Mobil Volk Rays Diminati Pecinta Otomotif di Kota Serang
Makin lama bertahan berkendara di kecepatan rendah tanpa kaki turun maka akan lebih mahir menjaga keseimbangan.
“Sehingga kebiasaan menjaga keseimbangan dengan menahan rem dan gas bisa dihilangkan,” tutur Oke.
3. Menggunakan rem belakang saja
Banyak yang takut saat menggunakan rem depan akan menyebabkan roda terkunci dan jatuh.
Sehingga, banyak pengendara hanya menggunakan rem belakang saja.
kebutuhan kecepatan dengan sekitarnya,” ucap Oke.
Jika ingin berhenti, maka kedua rem digunakan secara bersamaan dengan rem depan lebih kuat dibanding rem belakang.
Jika selalu mengandalkan rem belakang saja, paka jarak pengereman yang dihasilkan akan lebih panjang dibanding dengan menggunakan dua rem secara bersamaan.
Jika ingin mengerem untuk berhenti, kata Oke, maka kedua rem digunakan bersama-sama dengan rem depan lebih kuat dibanding rem belakang.
(TribunBanten.com/Kompas.com/Renald)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pelatihan-safety-riding.jpg)