Breaking News:

Virus Corona

Waspada! Hoaks Merajalela di Masa Pandemi, Polisi Sudah Proses 113 Kasus Soal Vaksin Covid-19

Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat ada 150 informasi bohong atau hoaks terkait vaksinasi yang beredar luas

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ilustrasi vaksinasi 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat ada 150 informasi bohong atau hoaks terkait vaksinasi yang beredar luas di masyarakat.

Informasi bohong atau hoax terkait vaksinasi dinilai mengganggu kelancaran program pemerintah tersebut.

Sejauh ini, aparat kepolisian sudah memproses temuan 113 hoaks itu. Penyebaran berita hoaks itu dinilai menggangu program pemerintah.

Tidak hanya proses penyelenggaraannya, namun juga berdampak pada aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Untuk itulah pemerintah melakukan berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir, seperti kerja-kerja kolaboratif, multi stakeholder atau kerja sama antara pemangku kepentingan, yang tujuannya untuk memberantas hoaks.

Baca juga: Indonesia Masuk 4 Besar Negara Terbanyak Vaksinasi, Capai 10 Juta Vaksin

Baca juga: Persiapan Sekolah Dibuka, 16.000-an Guru di Kabupaten Serang Disuntik Vaksin Serentak

"Ada literasi digital, ada juga proses klarifikasi-klarifikasi. Baru bila itu sudah dilaksanakan, namun pada prakteknua masih ada kasus, mari kita gunakan pasal-pasal hukum. Ada Kominfo yang bisa melakukan pemblokiran atau kepolisian yang memroses para pelaku pembuatan hoax," kata Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Donny Budi Utoyo, dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Pernyataan itu disampaikan di dalam dialog bertema Hoax Dilawan Jangan Dibiarkan yang diselenggarakan secara daring oleh KPCPEN, Selasa (30/3/2021).

Di kesempatan itu, Ketua Presidium Mafindo Septiadji Eko Nugroho menyebutkan problem hoax di Indonesia karena berbagai faktor, termasuk literasi digital yang dinilainya kurang.

Faktor lainnya yang membuat hoax masih bebas berkeliaran di Indonesia adalah rasa percaya di antara masyarakat yang tergerus, termasuk kepercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan.

"Soal trust ini membutuhkan partisipasi semua elemem masyarakat dan juga khususnya dari pemerintah bagaimana komunikasi itu bisa lebih baik, lebih merangkul dan lebih menjelaskan," kata dia.

Baca juga: Wajahnya Sangar dan Tubuhnya Atletis, Pemain Persita Tangerang ini Takut Jarum Suntik saat Vaksin

Baca juga: Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Dilarang Diunggah di Medsos, Ternyata Ini Kegunaannya

Vaksinasi adalah program yang saat ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 di tanah air.

Pemerintah berencana memperbanyak sekaligus mempercepat program penyuntikan vaksin virus corona (SARS-CoV-2) untuk 181,5 juta penduduk di Tanah Air, untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus penyebab Covid-19.

Untuk itulah, masyarakat diminta agar saring sebelum sharing semua hal yang berkaitan dengan vaksinasi agar herd immunity dapat terbentuk sesuai dengan yang diharapkan, agar kesehatan negara segera pulih, sehingga ekonomi dapat segera bangkit.

Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved