Breaking News:

Terduga Teroris Ini Akui Pernah Jemur Bahan Peledak di Rumahnya Selama 3 Hari

Ahmad Junaidi terduga teroris yang ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror Polri mengakui segala perbuatannya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah polisi bersenjata lengkap, bersiaga di pintu masuk Mapoores Jakarta Timur, Rabu (16/5/2018), pasca-serangan teror di sejumlah lokasi di Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ahmad Junaidi terduga teroris yang ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror Polri mengakui segala perbuatannya.

Dia mengakui sempat terlibat dalam pembuatan bom berbahan aseton peroksida (TATP).

Dalam video pengakuannya yang tersebar di awak media, Ahmad mengaku pernah diminta menjemur bahan peledak di rumahnya oleh terduga teroris lainnya Zulaimi Agus.

"Saya pun pernah dihubungi untuk menjemur berbentuk bahan peledak yang dari aseton dan HCL selama 3 hari di rumah dan lalu saya serahkan kembali kepada Agus," kata Ahmad.

Setelah dijemur, Ahmad menuturkan bahan peledak itu kemudian menjadi berbentuk seperti bubuk.

Baca juga: Kisah Eks Teroris Pandeglang Dipercaya Jadi Kepala Sekolah dan Dirikan Organisasi Khusus

Baca juga: Sosok Terduga Teroris ZA Penyerang Mabes Polri, Mahasiswi DO yang Tertutup, Simpatisan ISIS

Kemudian, bahan peledak otu dimasukannya ke dalam toples.

"Setelah itu, saya kumpulkan menjadi 3 toples sosis dalam bentuk serbuk yang sudah kering," ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bersama jamaah lainnya pernah pergi ke Sukabumi untuk dapat keahlian kekebalan tubuh oleh seseorang yang dipanggil Abah Popon.

"Adapun pengajuan mengajak kami para jamaah pergi ke Sukabumi ke Abah Popon untuk pengisian (kebal) untuk jaga jaga keamanan diri masing-masing," tukas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terduga Teroris Ahmad Junaidi Akui Pernah Jemur Bahan Peledak di Rumahnya

Penulis: Igman Ibrahim

Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved