Kisah Eks Teroris Pandeglang Dipercaya Jadi Kepala Sekolah dan Dirikan Organisasi Khusus

Ia dan puluhan orang lainnya diajarkan cara menembak, merakit bom dan berjihad dengan syariat Islam agar kelak mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tangkap layar video
Zaenal Mutakin (40), mantan narapidana kasus terorisme (napiter), saat ditemui di kediaman sekaligus kantor Sekretariat Ring Perdamaian Banten, di Kampung Babakan Baru, RT 003/005, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/4/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Zaenal Mutakin (40), warga Kabupaten Pandeglang, Banten sempat ditangkap dan dibui 9 tahun karena terlibat pelatihan paramiliter bersama puluhan orang lainnya di Gunung Bun, Jalin Jantho, Aceh Besar, Aceh pada 2009.

Namun, kini Zaenal dipercaya menjadi kepala sekolah SD Sindanghayu di wilayahnya dan mendirikan organisasi "Ring Perdamaian Banten" yang bertujuan memutus mata rantai terorisme.

Zaenal tinggal bersama istri dan dan dua orang anaknya di sebuah rumah di warga Kampung Babakan Baru, RT 003/005, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.

Ia juga menjadikan tempat tinggalnya sebagai kantor Sekretariat Ring Perdamaian Banten.

Zaenal mendirikan organisasi tersebut bersama 20 mantan teroris asal Pandeglang lainnya dengan tujuan memutus mata rantai terorisme di Indonesia.

  

Baca juga: Aksi Terduga Teroris ZA: Lone Wolf Saat Serang Mabes Polri, Tinggalkan Surat Wasiat untuk Keluarga

Baca juga: Pasca-Teroris Serang Mabes Polri, Jalan Menuju Mapolres Cilegon Ditutup, Warga Memutar

  

Dengan wadah organisasi itu diharapkan para mantan teroris dapat kembali ke jalan yang benar dan ikut bersama menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia.

  

Kediaman mantan teroris Zaenal Mutakin (40) sekaligus kantor Sekretariat Ring Perdamaian Banten di Kampung Babakan Baru, RT 003/005, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/4/2021). 
Kediaman mantan teroris Zaenal Mutakin (40) sekaligus kantor Sekretariat Ring Perdamaian Banten di Kampung Babakan Baru, RT 003/005, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/4/2021).  (Tangkap layar video)

Zaenal menceritakan awal mula bergabung kelompok teroris.

Pada 2009, ia mengaku bergabung dengan kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) karena ajakan teman. Saat itu, ia mendapat doktrinasi yang salah tentang pentingnya jihad.

"Dulu ceritanya, saya diajak dan di situ pun saya akhirnya diberitahukan tentang apa itu mati jihad dan bagaimana cara melakukan aksi teror dengan bom bunuh diri dan yang lainnya," ujar Zaenal di kediaman sekaligus kantor Sekretariat Ring Perdamaian Banten, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/4/2021).

  

Baca juga: Sosok Pelaku Bom di Gereja Katedral Makassar, Jaringan JAD yang Pernah Ngebom di Jolo Filipina

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Terekam CCTV, Ternyata Suami Istri, Berubah Usai Nikah

  

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved