Ramadan 2021

Prakiraan Cuaca Selama Ramadan di Serang dan Sekitarnya, BMKG: Jangan Beraktivitas di Bawah Awan Cb

Adapun pantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD) diprediksi netral hingga September 2021.

Tribun Bali
Observer PGR III Denpasar Bali memperlihatkan getaran yang terekam di sensor milik BMKG di Singaraja, Minggu 24 Januari 2021. 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Selama bulan puasa, hampir seluruh wilayah Banten, khususnya Serang dan sekitarnya, berada pada masa pancaroba.

Berikut prakiraan cuaca selama Ramadan di wilayah Serang.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Serang Tarjono mengatakan pancaroba adalah peralihan dari musim penghujan ke kemarau.

Baca juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di 24 Wilayah Indonesia Besok, Minggu 10 April 2021

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Hari Ini, Sabtu 10 April 2021: Waspada di 25 Wilayah Ini

“Artinya pada April hingga Mei 2021, masih ada potensi terjadi hujan ringan hingga sedang bahkan disertai angin kencang atau petir,” ujar Tarjono saat dihubungi TribunBanten.com, Minggu (11/4/2021).

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetapi jangan panik.

“Pantau terus update informasi prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca, dan gelombang tinggi. Kami dari BMKG pasti selalu memberikan informasi terbaru bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurut dia, jika terlihat awan cumulonimbus (Cb), sebaiknya masyarakat tidak beraktivitas di bawahnya.

Awan cumulonimbus berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir. 

Bisa terjadi angin puting beliung bahkan yang lebih ekstrem bisa sampai terjadi hujan es.

Adapun suhu udara pada Ramadan 2021 diprediksi masih ambang normal, berkisar antara 24 hingga 32 derajat celcius. 

Untuk suhu terik yang dirasakan masyarakat wilayah Serang, disebabkan curah hujan yang sudah mulai berkurang saat masa transisi dari hujan ke panas.

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi peralihan musim dari hujan ke musim kemarau akan terjadi pada April Hingga Mei 2021. 

Namun, sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau pada April 2021.

Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas yang terus melemah. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved