Ramadan 2021

Bulog: Stok Beras untuk Serang-Cilegon Aman Saat Ramadan Hingga 6 Bulan Ke Depan

Menurut Budhi, jumlah stok beras tersebut aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Serang dan Cilegon hingga enam bulan ke depan atau lebih

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Petugas mendata stok beras di gudang Bulog Sub Divre Serang di Jalan Raya Cilegon Km 3,5, Drangong, Kecamatan Legok, Kota Serang, Banten, Rabu (14/4/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Perum Bulog Cabang Serang menjamin bahwa stok beras yang dimiliki dalam kondisi aman atau mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya saat memasuki bulan Ramadan 2021.

Pimpinan Bulog Cabang Serang Budhi Indrawan mengatakan, stok beras yang tersedia kurang lebih ada 3.500  ton hingga saat ini atau pertengahan April 2021.

“Total persediaan beras sekitar 3.500 ton dari pengadaan stok lama. Ada beras medium dan juga premium sesuai dengan permintaan pasar,” kata Budhi kepada TribunBanten.com di kantor Perum Bulog Sub Divre Serang, Rabu (14/4/2021).

Menurut Budhi, jumlah stok beras tersebut aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Serang dan Cilegon hingga enam bulan ke depan atau lebih.

“Pada Maret-April 2021 merupakan musim panen padi. Saat ini permintaan masyarakat juga belum terlalu tinggi Maret kemarin, jadi harga masih relatif stabil,” ujarnya.

Kantor Bulog Sub Drive Serang
Kantor Bulog Sub Drive Serang (TRIBUNBANTEN/AMANDAPUTRIKIRANA)

Selain itu, pihaknya juga berfokus pada penyerapan gabah kering giling (GKG) dan gabah kering panen (GKP) dari wilayah Kota dan Kabupaten Serang, serta Kota Cilegon.

“Saat ini total gabah ada sekitar 3.000 ton. 2.480 ton merupakan pengadaan dari awal tahun 2021 hingga pertengahan April 2021, dan sisanya pengadaan gabah stok lama,” ujar pria 32 tahun ini.

Selanjutnya Bulog Serang akan terus melakukan pengadaan gabah untuk menambah pasokan hingga mencapai target, yaitu 7.000 ton setara beras hingga akhir tahun 2021.

“Kami berharap untuk musim panen kedua, yakni sekitar bulan Juli penyerapan gabah akan semakin banyak,” ujar Budhi. 

Tujuannya untuk melindungi petani agar harga gabah stabil saat panen dan juga untuk menjaga stok beras lokal dan nasional.

Budhi menyebutkan, Bulog menerima gabah dari Gabungan Kelompok tani (gapoktan), petani maupun mitra dengan harga Rp 5.300 per kilogram untuk GKG dan Rp 4.200 per kilogram untuk GKP.

Adapun aturan standar yang harus dipenuhi jika ingin menjual GKG dan GKP kepada Bulog.

Baik petani, gapoktan, maupun para mitra kerja harus melakukan proses pengeringan pada gabah yang akan dijual.

Pada GKG kadar air maksimal 14 persen dan hampanya 3 persen, serta GKP kadar air maksimal 25 persen dan hampa kotornya 10 persen.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved