Pesepakbola Indonesia Berkiprah di Luar Negeri, Bagaimana Mereka Beribadah Puasa?
Segenap umat Islam sedang menunaikan ibadah Puasa. Ibadah Puasa dilakukan para pesepakbola asal Indonesia yang sedang meniti karier di luar negeri
Terakhir, ada Brylian Aldama yang bergabung dengan klub papan atas Liga Kroasia, HNK Rijeka.
Sejatinya, Brylian Aldama sudah dipastikan menjadi pemain anyar HNK Rijeka sejak November 2020.
Namun dia baru bisa berangkat ke negara asal Marko Simic itu pada awal April 2021.
Menjalani puasa di Eropa tentu akan sangat berbeda dengan puasa di Indonesia.
Cuaca Eropa yang sudah memasuki musim panas membuat siang di sana jauh lebih lama, yang secara tidak langsung membuat waktu maghrib dan berbuka puasa juga lebih lama dibanding Indonesia.
Alhasil, para pemain Indonesia di Eropa harus berpuasa dengan lebih panjang.
Egy Maulana Vikri misalnya, pemain timnas U-22 Indonesia itu harus menjalani puasa selama kurang lebih 16-19 jam setiap harinya.
Dilansir dari islamery.com, waktu imsak di Polandia terjadi pada pukul 03.10 pagi.
Egy kemudian baru bisa berbuka puasa pada pukul 19.55, saat matahari di Polandia baru dinyatakan tenggelam.
Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, puasa Egy akan semakin lama.
Misalnya pada 30 April 2021, imsak di Polandia pukul 01.38 pagi dan maghrib pada pukul 20.26 malam.
Sementara puasa Miftah Anwar Sani bisa dibilang jauh lebih enteng ketimbang Egy Maulana Vikri.
Miftah hanya perlu menjalankan puasa selama kurang lebih 15 jam, mulai dari imsak pukul 04.12 hingga maghrib pukul 19.34.
Puasa terlama Miftah hanya berlangsung selama 15,5 jam yang dimulai pada imsak pukul 03.35 dan berakhir saat maghrib pukul 19.54.
Untuk Bagus Kahfi, pemain FC Utrecht U-18 itu kurang lebih menjalankan puasa yang sama dengan Egy Maulana Vikri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-egy-maulana-fikri.jpg)