Breaking News:

Belanja Sayur dan Pangan di Aplikasi PasTani, Harga Murah Bisa Delivery ke Rumah

Aplikasi PasTani ini dikhususkan untuk menjual komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
PasTani
Aplikasi Pasar Tani 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kementerian Pertanian resmi meluncurkan aplikasi belanja online bernama PasTani atau Pasar Mitra Tani.

Aplikasi PasTani ini dikhususkan untuk menjual komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Keterjangkauan Pangan, Setyani mengatakan aplikasi ini sebagai bentuk terobosan baru dalam rangka memberikan jaminan harga dan kepastian pasar bagi petani.

"Di masa pandemi covid-19, harus adanya terobosan baru guna memberikan kemudahan aksesibilitas pangan bagi masyarakat luas," ujarnya saat ditemui TribunBanten.com, Sabtu (17/4/2021).

PasTani yang sudah ada kini tidak hanya toko fisik tapi juga mulai beralih ke toko online yang sudah dapat diinstal di Play Store.

Lokasi toko berada di Jalan Raya Serang Cilegon KM.3, Drangong, Legok, Kota Serang yang buka setiap sabtu dan minggu.

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 8 Halaman 186 187 188 Tokoh Antagonis dalam Cerita Petani Jagung yang Cerdik

Baca juga: Jadwal Rilis dan Prediksi One Piece 1011, Pengkhianatan di Bajak Laut Big Mom hingga Arti Kehendak D

Dengan adanya Pasar Mitra Tani, dapat menjadi penyeimbang dalam mengantisipasi kenaikan harga pangan agar dapat dikendalikan dan menjaga harga di tingkat petani.

"Digitalisasi menjadi bagian penting dari distribusi pangan, pandemi Covid-19 ini memberi cara berfikir baru sehingga saat ini minat pasar online meningkat," ujarnya.

Ia menuturkan, masyarakat bisa berbelanja produk pangan dengan memilih toko yang terdekat dari rumah.

Ia pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan serta turut menyosialisasikan aplikasi PasTani secara luas.

Nantinya, dalam proses pengiriman Kementan telah menggandeng provider ojek online, GoJek sebagai mitra yang menjadi pihak pengirim bahan pangan kepada pembeli. 

"Untuk ongkir masih dapat disesuaikan dengan jarak antar," ujar perempuan berkerudung tersebut.

Setyani mengatakan kedepannya sedang diusahakan agar adanya free ongkir atau ongkos gratis, namun masih dalam tahap proses.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved