Larangan Mudik
Cegah Lonjakan Covid-19, Gubernur Banten Minta Bupati-Wali Kota Mengatur Tempat Wisata
Hati-hati dengan mudik Lebaran. Sampaikan protokol kesehatan dengan ketat, tidak sekadar sekat sana, sekat sini
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim akan berkoordinasi dengan bupati dan wali kota untuk membangun kesepahaman kebijakan peniadaan mudik Lebaran, tetapi tetap membuk tempat wisata.
Namun, pembukaan tempat wisata dibatasi pada lokasi dan titik tertentu.
"Tempat wisata yang dikelola perusahaan bisa diatur protokol kesehatannya," ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Rabu (28/4/2021).
Baca juga: Masih Ada 32 Kapal Beroperasi di Pelabuhan Merak Saat Diberlakukan Larangan Mudik 6-17 Mei
Hal itu dikatakannya setelah menggelar rapat dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Forkopimda Banten seusai mengikuti arahan Presiden Joko Widodo kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, Rabu.
Arahan secara virtual itu juga dihadiri Ketua DPRD Andra Soni, Dangrup 1 Kopassus Kolonel Inf Ketut Mertha Gunarda, Sekda Al Muktabar, Asda I Septo Kalnadi, Asda II M Yusuf, serta Asda III Samsir.
Menurut Wahidin Halim, perlu mengantisipasi pengaturan dan pengendalian tempat wisata yang tetap buka.
Baca juga: Terminal Pakupatan Berikan Mudik Gratis ke Warga tak Mampu
"Saya berharap bupati dan wali kota segera mengaturnya dan siapkan kendali yang tepat dan efektif karena Lebaran sudah semakin dekat," ucapnya.
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan Polda Banten akan melakukan penyekatan di 18 titik.
Polda Banten juga sudah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota dan akan berkonsentrasi penuh pada hari libur, yaitu 13, 14, dan 15 Mei 2021
Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen Gumuruh Winardjatmiko mengatakan untuk di tempat tertutup bisa dikendalikan, tetapi tempat wisata terbuka ditutup saja.
Kajati Banten Asep Nana Mulyana menyarankan perlu ada kesepakatan bersama atau seluruh pihak sehingga ada keseragaman kebijakan di Provinsi Banten terkait peniadaan mudik Lebaran dan tetap dibukanya tempat wisata.
Presiden Joko Widodo menekankan kepada para kepala daerah dan jajaran Forkopimda untuk tetap berhati-hati dan mewaspadai Covid-19.
Hal itu berkaca pada kasus di India.
Pada Oktober, November, dan Desember 2020, India bisa membuat kurva penyebaran Covid-19 melandai melalui pembatasan aktivitas skala mikro.
"Namun, kini terjadi kenaikan hingga 340 ribu kasus per hari," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gubernur-dan-wagub-mengikuti-arahan-presiden-forkopimda-banten.jpg)