Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Ketua Satgas Covid-19: Apapun Alasannya, Bagi Yang Terlanjur Mudik Wajib Karantina Mandiri

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah diminta menjalani karantina.

Editor: Glery Lazuardi
Dok. BNPB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah diminta menjalani karantina.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Doni Monardo.

Hal itu dilakukan agar penyebaran Covid-19 dapat dicegah dan tidak terjadi seperti tsunami Covid-19 di India.

"Kalau telanjur sudah mudik, tidak ada pilihan lain, wajib karantina. Apa pun alasannya wajib karantina," kata Doni saat mengunjungi Pelabuhan Merak, Minggu (9/5).

Doni menambahkan, bisa jadi orang yang datang ke kampung membawa virus corona sehingga menularkan virus ke keluarga bahkan warga satu kampung.

"Karena bisa jadi mereka orang tanpa gejala, dan kalau ini dibiarkan, maka yang datang bisa menulari satu kampung, dan terbukti di beberapa tempat sudah ada kasus," ujar Doni.

Baca juga: Mudik 2021 Dilarang, Andika Hazrumy Bocorkan 19 Titik Penyekatan Pemudik di Provinsi Banten

Baca juga: Mudik Dilarang di Indonesia, Armand Maulana Nyusul Anak dan Istri untuk Rayakan Lebaran di Inggris

Doni, yang juga Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, ada 7% warga Indonesia yang nekat mudik meski pemerintah melarangnya.

Untuk itu, jajaran Polri, TNI, pemda, Satgas Covid-19 dan instansi lainnya diminta terus mengingatkan kepada masyarakat agar bersabar dan tidak mudik.

"Setiap jam, setiap menit, setiap detik mengingatkan, jangan ada pergerakan orang, karena Covid-19 ini ditulari oleh manusia, kita berpotensi saling menulari," jelas dia.

Menurut Doni, keputusan larangan mudik murni dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19.

Baca juga: Periode Larangan Mudik Lebaran, Kemenhub Sesuaikan Operasional Dermaga dan Kapal di Merak-Bakauheni

Baca juga: Mobil Mewah Berplat B Tabrak Polisi Saat Penyekatan Mudik, Begini Nasib Si Pengendara Sekarang

Doni menyebut, pada Januari, Februari, kasus aktif Covid-19 di India jauh di bawah kasus aktif di Indonesia. Pada saat itu, Indonesia memiliki 176.000 kasus, sementara India 150.000 kasus.

"Tetapi setelah mereka melonggarkan aktivitas kegiatan keagamaan, olahraga, kegiatan politik, hiburan, dan acara-acara tradisi, tak perlu menunggu dua bulan, hanya dalam waktu beberapa minggu seluruh kasus aktif meningkat, angka kematian pun tertinggi di dunia hari ini. Jangan sampai kita mengalami seperti itu," pungkas Doni.

Tulisan ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul Ketua Satgas Covid-19: Jika sudah terlanjur mudik, wajib karantina

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved