Mudik Lebaran 2021
Periode Larangan Mudik Lebaran, Kemenhub Sesuaikan Operasional Dermaga dan Kapal di Merak-Bakauheni
Selama periode larangan mudik Lebaran 2021, jumlah penumpang angkutan penyeberangan di Lintas Merak-Bakauheni mengalami penurunan.
TRIBUNBANTEN.COM - Selama periode larangan mudik Lebaran 2021, jumlah penumpang angkutan penyeberangan di Lintas Merak-Bakauheni mengalami penurunan.
Untuk itu, pihak Kementerian Perhubungan akan menyesuaikan jumlah sarana dan prasarana angkutan penyeberangan di Lintas Merak-Bakauheni.
“Selama masa pengendalian transportasi, baik dermaga dan kapal yang operasional kami kurangi jumlahnya sesuai kebutuhan,” ujar Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Cucu Mulyana dalam keterangan tertulis, Minggu (9/5/2021).
Baca juga: Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Posko Pengamanan Lebaran di Pelabuhan Merak Banten
Baca juga: Kisah Pedagang Kopi Keliling di Pelabuhan Merak saat Larangan Mudik: Dapur Saya Kurang Ngebul
Dia menerangkan, dermaga yang beroperasi saat ini sebanyak 3 pasang dari semula sebanyak 7 pasang. Komposisinya, 1 dermaga eksekutif dan 2 dermaga reguler.
Sementara, jumlah kapal yang beroperasi dari semula 31 unit per hari menjadi 14 unit.
Penambahan pengoperasian dermaga dan kapal ini nantinya akan situasional tergantung dari jumlah permintaan atau kebutuhan penumpang.
Cucu pun memaparkan penurunan penumpang dan kendaraan sejauh ini,
Menurutnya, bila dibandingkan dengan masa normal, pada masa peniadaan mudik jumlah penumpang di Pelabuhan Merak turun 72% atau menjadi 7.014 penumpang, kendaraan roda 2 turun 97% atau menjadi 27 unit, dan roda 4 campuran turun sebanyak 41% atau menjadi 3.437 unit.
"Sementara di Pelabuhan Bakauheni jumlah penumpang turun 90% atau 2.284 penumpang, roda 2 turun 99% atau [menjadi] 6 unit, dan roda 4 campuran turun 67% atau [menjadi] 1.871 unit,” kata Cucu.
Sebelumnya, pada kondisi normal di Pelabuhan Merak jumlah penumpang per hari rata-rata 25.488 penumpang, kendaraan roda 2 sebanyak 780 unit, dan kendaraan Roda 4 campuran 5.826 unit.
Baca juga: Pengendara Truk Coba Kelabui Petugas di Pelabuhan Merak, kedapatan Bawa Motor Diduga Untuk Mudik
Baca juga: Niat Naik Kereta, Penumpang Ini Kaget Lihat Stasiun Serang, Ternyata KA Lokal Merak Tak Beroperasi
Sementara di Pelabuhan Bakauheni dalam kondisi normal rata-rata penumpang per hari mencapai 22.071 penumpang, roda 2 639 unit, dan roda 4 campuran 5.612 unit.
Adapun, dia juga mengatakan Ditjen Perhubungan Darat sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah adanya pemudik yang lolos.
Beberapa upaya tersebut salah satunya screening di beberapa titik pemeriksaan sebelum kendaraan masuk.
“Tim gabungan telah memastikan calon pengguna jasa angkutan penyeberangan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenhub no 13/2021 dan SE Gugus Tugas Nomor 13/2021 beserta addendumnya. Kami berharap dengan pengendalian transportasi khususnya di penyeberangan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, melindungi keselamatan masyarakat, memastikan sistem ekonomi tetap tumbuh melalui kelancaran angkutan logistik,” ujar Cucu.
Meski dilakukan penyekatan wilayah, Cucu memastikan ketersediaan logistik akan tetap terjamin karena angkutan logistik tetap berjalan normal.
Angkutan barang dipastikan tetap dapat menyeberang baik dari Merak ke Bakauheni maupun sebaliknya.
Tulisan ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul Penumpang menurun, jumlah angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni disesuaikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pelabuhan-merak-kota-cilegon-tampak-sepi-beberapa-jam-larangan-mudik-2.jpg)