Tempat Wisata Ditutup
Begini Suasana Pemandian Cikoromoy Pandeglang Setelah Aksi Protes Pedagang dan Wisatawan
Iya tadi setelah demo kita minta buka akhirnya dapat dibuka dengan catatan harus 50 persen dari kapasitas yang ada
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Setelah adanya aksi demo pedagang dan masyarakat, lokasi pemandian Cikoromoy di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Minggu (16/5/2021), dibuka.
Menurut pantauan TribunBanten.com, Minggu sore, wisatawan berada di pemandian Cikoromoy.
Petugas tak banyak bicara saat melihat wisatawan yang masuk ke dalam pemandian air Cikoromoy tersebut.
Baca juga: VIDEO Sirine Meraung-raung, Polisi Minta Pengunjung di Pantai di Anyer Bubar, Wisatawan Berlarian
Aji (35), warga sekitar yang hendak berenang dalam pemandian tersebut mengatakan hanya ingin memanfaatkan waktu libur terakhir Idul Fitri.
Dia mengaku tidak mengetahui larangan menuju tempat wisata.
"Tidak tahu saya. Ke sini cuma mau berenang aja, udah itu saja," katanya saat ditemui, Minggu.
Rohman (40), seorang pedagang, mengatakan lokasi wisata dibuka dengan catatan hanya 50 persen dari kapasitas.
Hal tersebut sudah menjadi kesepakatan antara pihak pedagang dan pihak pengelola bersama dengan pihak aparat kepolisian setempat.
"Iya tadi setelah demo kita minta buka akhirnya dapat dibuka dengan catatan harus 50 persen dari kapasitas yang ada," katanya.
Hingga berita ini ditulis, Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi tidak merespons konfirmasi yang dikirimkan TribunBanten.com.
Aman dan Terkendali
Baca juga: Viral Video Polisi Amankan Banana Boat di Pantai Carita Lalu Dikejar Warga, Begini Kronologinya
Sejumlah pedagang dan masyarakat berdemo di depan objek wisata Cikoromoy di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Minggu (16/5/2021).
Aksi yang terjadi pada pukul 11.00-11.30 itu menolak penutupan objek wisata.
Dandim 0601 Pandeglang Letkol Kav Dedi Setia mengatakan situasi Cikoromoy sudah aman dan terkendali.
"Kami sudah rapat bersama dihadiri kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kodim, kapolres, serta unsur muspika setempat," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Minggu siang.
Menurutnya, objek wisata Cikoromoy tetap ditutup sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur dan SE Bersama Bupati.
Baca juga: Terbitkan Surat Edaran Penutupan Tempat Wisata, Pengamat Anggap Pemprov Banten Cuci Tangan
Pada pukul 14.00, polisi sudah meninggalkan Cikoromoy.
Ahmad, seorang pedagang Cikoromoy, menyayangkan keputusan pemerintah secara mendadak untuk menutup kawasan wisata.
"Para pedagang di sini udah telanjur menyiapkan dagangan banyak. Kalau ditutup, dagangannya enggak kejual, jadinya rugi. Nanti mau makan apa buat sehari-hari," katanya kepada TribunBanten.com di Cikoromoy.
Dia mengaku sejumlah pedagang menyiapkan dagangannya secara berutang.
"Jadi, jika hari ini tidak laku, pedagang tidak mampu membayar utangnya," ucapnya.
Menurut pantauan TribunBanten.com, Minggu sore, kondisi Cikoromoy ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Bahkan parkiran depan terlihat cukup padat oleh kendaraan roda dua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/cikoromoy-dipadati-wisatawan.jpg)