Breaking News:

Tempat Wisata Ditutup

Dinkes Lebak Tambah Ruang Isolasi di Rumah Sakit Antisipasi Lonjakan Pasien Klaster Wisata

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supriyono mengatakan potensi peningkatan pasien Covid-19 itu dimungkinkan terjadi.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo
Setelah adanya aksi demo pedagang dan masyarakat, lokasi pemandian Cikoromoy di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Minggu (16/5/2021), dibuka. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak berencana menambah ruang isolasi di RSUD Dr Adjidarmo untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 dari klaster wisata.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supriyono mengatakan potensi peningkatan pasien Covid-19 itu dimungkinkan terjadi.

Sebab, banyak warga bepergian dan terjadi kerumunan di tempat wisata pada tiga hari pasca-Lebaran sehingga memudahkan penularan Covid-19.

"Kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah pasca-libur Lebaran dan Natal tahun kemarin, maka kita harus berhati-hati untuk lonjakan kasus," ujar Triatno di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Jalan Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Selasa (18/5/2021). 

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Jalan Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Selasa (18/5/2021). 
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Jalan Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Selasa (18/5/2021).  (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Pihaknya pun dalam waktu dekat ini akan melakukan upaya tracing, tracking dan testing kepada masyarakat di Kabupaten Lebak.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gubernur Banten Tutup Seluruh Destinasi Wisata Mulai Besok, Ini Penyebabnya

Baca juga: Jelang Lebaran, Mobilitas Warga ke Pusat Perbelanjaan di 29 Provinsi Meningkat, Waspada Klaster Baru

Selain itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak puskesmas di Lebak untuk memastikan tingkat penularan Covid-19 terkini.

"Rencana dengan puskesmas dan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di tingkat desa melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang melakukan mudik atau akan kembali, serta terhadap pihak keluarga," ujarnya.
 

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin mengelarukan surat edaran kepada wali kota dan bupati di Banten berisi instruksi penutupan seluruh tempat wisata.

Keputusan tempat wisata di Banten ditutup diambil atas pertimbangan terjadinya lonjakan pengunjung di tempat wisata di Banten.

Tujuannya untuh mencegah munculnya klaster baru Covid-19 dari kerumunan di tempat wisata.

Artikel lain terkait tempat wisata di Banten ditutup di TribunBanten.com

Tonton Juga Video : 20 Jam Hilang Terseret Arus Sungai, Bocah 11 Tahun di Kupang Ditemukan Selamat

 
 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved