Potret Gaya 'Blusukan' Pilar Saga Cek Banjir di Tangerang Selatan
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan (30), meninjau lokasi banjir di wilayah pemerintahannya.
TRIBUNBANTEN.COM - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan (30), meninjau lokasi banjir di wilayah pemerintahannya.
Pilar Saga bergaya necis saat meninjau lokasi banjir. Dia memakai seragam aparatur sipil negara (ASN) berwarna cokelat.
Bajunya tampak rapi karena dimasukkan ke dalam celana. Lalu, dia memakai ikat pinggang berwarna hitam.
Dia memakai jam di pergelangan tangan sebelah kiri. Lalu, di pergelangan tangan sebelah kanan, dia memakai gelang.
Pria berkacamata itu memakai topi berwarna cokelat.
Baca juga: Tampil Beda! Ini Gaya Necis Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga di Hari Pertama Menjabat
Baca juga: SAH! Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan Resmi Menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan
Upaya meninjau lokasi banjir itu untuk mengetahui masalah utama penyebab banjir.
Setelah memetakan masalah, pihaknya berdiskusi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Bappeda.
Pilar menyebut padatnya permukiman warga di garis sempadan kali menjadi salah satu masalah utama.
"Di antaranya adalah wilayah garis sempadan sungai yang dipenuhi permukiman warga (secara organik berkembang dari jaman dulu) berada di areal luapan sungai," ujar Pilar dalam keterangan resminya, Rabu (19/5/2021).
Selain itu, kondisi sangai yang berbelok-belok juga disinyalir menjadi penyebab aliran air tidak lancar sehingga mudah meluap dan menyebabkan banjir di area sekitarnya.
"Lalu kondisi geografis anak sungai yang memiliki beberapa belokan hingga terjadi ‘elbow’ yang mengakibatkan tersendatnya aliran sungai saat terjadi debit air tinggi," papar Pilar.
Pilar yang juga seorang arsitek profesional, mengemukakan empat jurus penanganan banjir Maharta dan Kampung Bulak.
Untuk kasus Maharta, Pilar menawarkan solusi pelebaran kali di hilir, aliran setelah Maharta agar tidak terjadi penyempitan.
Dalam hal ini, Pilar mengajak pihak swasta, pengembang raksasa Jaya Real Properti (JRP) untuk bekerja sama mewujudkannya.
"Untuk wilayah Maharta, salah satu solusinya saat ini dengan pelebaran anak sungai (pemerintah bersama JRP) selebar 12 meter di hilir area tersebut, agar tidak terjadi ‘bottle neck’ lagi di kemudian hari," kata Pilar.
Baca juga: Cara Pilar Saga Atasi Gugup Sebelum Dilantik: Salat Dhuha hingga Bercengkrama dengan Keluarga
Baca juga: Jelang Pelantikan, Pilar Saga Ichsan Memohon Doa Restu Ibu dan Obati Gugup dengan Salat Duha
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pilar-saga-ichsan-pantau-banjir.jpg)