Breaking News:

Diduga Provokator, 9 Admin Grup WA yang Provokasi Pemudik Jebol Pelabuhan Merak Ditangkap

Sebanyak 9 orang diduga provokator diamankan aparat Polda Banten. Mereka disinyalir mengajak pemudik motor agar bersama-sama menjebol penyekatan

Dok. Polda Banten
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto saat pengecekkan di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 9 orang diduga provokator diamankan aparat Polda Banten.

Mereka disinyalir mengajak pemudik motor agar bersama-sama menjebol penyekatan polisi menuju Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, kesembilan orang itu merupakan admin grup WhatsApp (WA) yang beranggotakan para pemudik sepeda motor.

"Kami dari Polda Banten terpaksa menangkap 9 provokator melalui puluhan grup WA Pemudik Sepeda Motor untuk menyebrang Mudik ke Lampung," kata Rudy dalam keterangannya, pada Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Polda Banten Pertahankan Pos Pam Lebaran di 24 Titik dari Gerbang Tol Merak hingga Cikupa

Baca juga: Viral Banana Boat Diamankan dan Didemo Pelaku Usaha Pantai Carita, Begini Klarifikasi Polda Banten

Menurut dia, pelaku mengajak para pemudik sepeda motor dari wilayah Bekasi, Cikarang, Tangerang dan Jakarta, yang ingin menuju Lampung dan wilayah di Pulau Sumatera lainnya.

"Seandainya masing-masing grup ada 200-300 orang, bisa dibayangkan berapa jumlah pemudik motornya. Yang ditangkap itu adalah admin grupnya," ujar Rudy.

Kegiatan penindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi provokasi dan upaya paksa untuk menjebol pos penyekatan dengan tujuan Pelabuhan Merak, Banten.

Selain itu, Polda Banten dan polres jajaran menggunakan pola cerai berai, agar memecah konsentrasi massa pemudik kendaraan roda dua di titik-titik kumpul mereka, sekitar Cilegon, Serang dan Tangerang.

"Pola dan cara bertindak ini, yang membuat mereka para pemudik motor, down. Sehingga mengurungkan niatnya untuk nekat mudik," kata Rudy.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, apabila mereka bisa lolos di penyekatan dan sampai masuk ke Pelabuhan Merak, dikhawatirkan akan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga: Tempat Wisata Ditutup hingga 30 Mei, Polda Banten Ultimatum Pengelola Segera Kosongkan Area

Baca juga: Mulai Hari Ini, Polda Banten Tutup Jalur Menuju Tempat Wisata, Wisatawan Yang Nekat Diputar Balik

"Kalau pemudik motor sampai berhasil masuk dermaga Merak, maka kerawanan kamtibmas akan sangat tinggi," ujar Rudy.

Saat ini, sebanyak 9 admin grup WhatsApp itu disangka melanggar Pasal 160 KUHP jo Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Perda Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2021.

Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved