Breaking News:

Siswi SMP Depresi Mengurung Diri Karena tak Punya HP untuk Belajar, Bercita-Cita jadi Guru

Ira Amelia (14), remaja asal Kampung Cikalung, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten terpaksa tidak bisa bersekolah selama 3 bulan

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ira Amelia (14), remaja asal Kampung Cikalung, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten terpaksa tidak bisa bersekolah selama 3 bulan karena tidak memiliki ponsel.

Meski begitu, Ira memiliki cita-cita yang mulia, yakni menjadi seorang guru.

Sebelumnya, siswi di SMPS Riyadul Fatonah kelas 7 SMP itu tersebut tak dapat mengikuti kegiatan belajar secara daring sesuai dengan ketentuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dimasa pandemi Covid-19.

Ia bahkan melampiaskan kesedihannya tersebut dengan mengurung diri di dalam kamar dan tidak melakukan aktivitas lainnya di luar rumah.

Baca juga: Kompak Tinggalkan Suami, 2 Wanita Ini Rampok dan Habisi Teman Sekampung yang Tinggal Sebatang kara

Hal itu dikarenakan dirinya tak mempunyai ponsel untuk mengikuti pelaksanaan belajar mengajar secara daring sehingga dirinya tertinggal dengan teman-teman yang lainnya.

Saat ditemui di kediamannya, Ira sempat dilarikan ke puskesmas tersebut lantaran mengeluarkan busa dari mulutnya akibat tidak makan dan minum, dan kini kondisinya sudah mulai membaik.

Ia sudah mulai mau berinteraksi secara singkat lantaran masih mengalami depresi berat. Dirinya mengaku sangat senang belajar dan ingin menjadi pendidik suatu hari nanti.

Ira Amelia (14), tampak lesu saat ditemui di rumahnya di Kampung Cikalung, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, Senin 31/5/2021). Siswi Kelas 7 SMPS Riyadul Fatonah itu mengalami depresi hingga mengurung diri di dalam rumah karena tidak memikiki HP untuk mengikuti pembelajaran sekolah secara online semasa pandemi Covid-19.
Ira Amelia (14), tampak lesu saat ditemui di rumahnya di Kampung Cikalung, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, Senin 31/5/2021). Siswi Kelas 7 SMPS Riyadul Fatonah itu mengalami depresi hingga mengurung diri di dalam rumah karena tidak memikiki HP untuk mengikuti pembelajaran sekolah secara online semasa pandemi Covid-19. (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

"Mau jadi guru untuk mengajarkan anak-anak kampung bersekolah dan menjadi pintar," ujarnya singkat saat ditemui, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Motor yang Digunakan Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Ternyata Milik Kerabat Honorer DPRD Sulsel

Lantaran merasa iba dengan keadaannya yang sekarang pihak sekolah yang dibantu oleh salah satu donatur sempat memberikan hadiah berupa handphone kepada dirinya untuk proses belajar mengajar.

Kini sang anak sudah mulai membaik keadaannya dan mulai beranjak keluar dari rumah.

Jaenal Abidin salah seorang gurunya tersebut mengatakan pihak sekolah sangat terpukul dengan keadaan siswinya yang sempat mengalami depresi lantaran tak mempunyai biaya untuk membeli handphone.

"Kita turut sedih lah, karena kan dimasa seperti ini seharusnya anak-anak kita dapat bersekolah dengan baik. Jadi untuk saat ini kita terus melakukan pemantauan kepada siswinya tersebut untuk kedepannya mendapatkan hal yang ia inginkan," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved