Breaking News:

Lonjakan Kasus Covid-19 Buat Wali Kota Tangsel Pikir-pikir Buka Sekolah Juli Ini

Pria 62 tahun itu mengatakan, jika sampai akhir Juni, situasi tidak berubah, Covid-19 masih mengganas, maka PTM akan ditunda kembali.

Editor: Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, mengutarakan kekhawatirannya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERPONG - Terus melonjaknya jumlah warga yang terpapar virus Corona di wilayahnya membuat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie khawatir.

 Apalagi, tingkat potensi penularan atau positivity rate mencapai 5,4 persen.

Bukti lain lonjakan kasus juga terlihat dari status Tangsel yang kini zona oranye atau risiko sedang paparan Covid-19.

Naik dari sepekan sebelumnya yang masih berzona kuning atau risiko rendah paparan Covid-19.

Kekhawatiran Benyamin membuatnya menyoroti rencana sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) yang sempat dicanangkannya akan dimulai pada tahun ajaran baru, Juli 2021.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lebih 100 Persen, Sejumlah Rumah Sakit di Kabupaten Tangerang Nyaris Penuh

Pria 62 tahun itu mengatakan, jika sampai akhir Juni, situasi tidak berubah, Covid-19 masih mengganas, maka PTM akan ditunda kembali.

Siswa akan terus bersekolah secara daring menggunakan gawai.

"Saya juga sedang mengevaluasi lagi rencana pembelajaran tatap muka. Penekanan saya, kalau angÄ·anya Covid-19 tidak turun tatap muka saya evaluasi lagi saya bilang. Nah kita  lagi cermati terus angka-angkanya," ujar Benyamin usai mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau baksinasi di Sport Center Alam Sutera, Serpong Utara, Selasa (15/6/2021).

Benyamin mengaku tidak ingin mengambil risiko. Ia tidak ingin virus ganas itu menyerang para generasi muda usia sekolah. 

Baca juga: UPDATE Banten Masuk Zona Oranye Covid-19, Berikut Data Terkini Penyebaran Virus Corona

"Kalau sampai awal Juli angka ini akan terus seperti ini, saya enggak akan melaksanakan PTM."

"Kalau angka penularannya kan sekarang 5,4%, itu saya enggak mau ambil risiko, PTM saya tunda lagi saja, ujar Ben, sapaan karibnya.

Kendati sebagai wali kota, Benyamin memiliki sikap.

Namun ia juga akan tetap berkoordinasi dengan Gubernur Banten dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

"Sambil saya minta arahan dari Pak Menteri dan Pak Gubernur," pungkas Benyamin.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Lonjakan Kasus Covid-19 di Tangsel Bikin Khawatir Gelar PTM, Wali Kota: Saya Enggak Mau Ambil Risiko

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved