Breaking News:

Virus Corona

Bagaimana Nasib Belajar Tatap Muka di Tengah Melonjaknya Covid-19? Ini Kata Mendikbudristek

Terjadi peningkatan kasus positif coronavirus disease 2019 (Covid-`19) setelah libur Lebaran 2021.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Jeprima
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. 

TRIBUNBANTEN.COM - Terjadi peningkatan kasus positif coronavirus disease 2019 (Covid-`19) setelah libur Lebaran 2021.

Bagaimana rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah yang akan digelar pada Juli 2021?

Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim meminta para kepala daerah menggelar PTM terbatas dengan memperhatikan aspek keamanan.

Menurutnya, PTM terbatas dapat dihentikan jika pemerintah menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Semua kepala daerah harus mengikuti contoh-contoh terbaik bupati dan walikota ini. Laksanakan PTM terbatas seaman mungkin, barulah kalau PPKM, PTM Terbatas dihentikan," ucap Nadiem melalui keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Faskes Diprediksi Bakal Kolaps Sebulan ke Depan

Baca juga: Sejumlah Agenda Rapat Dibatalkan, 11 Anggota DPR Positif Covid-19 dan 2 Komisi Di-lockdown

Nadiem membeberkan survei Kemendikbudristek mengenai alasan sekolah belum menggelar PTM terbatas.

Sebanyak 60-70 persen menjawab karena tidak diperbolehkan pemerintah daerah dan Satgas Covid-19, padahal seluruh kriteria sudah terpenuhi.

Mantan CEO Gojek ini mengatakan semua sekolah di Indonesia boleh menyelenggarakan PTM terbatas, asalkan mengikuti protokol kesehatan dan memenuhi daftar periksa.

Menurut Nadiem, PTM terbatas perlu dilakukan untuk mencegah dampak buruk dari PJJ.

“Perlu dilatih dari sekarang agar Angka Partisipasi Kasar (APK) Bapak atau Ibu semuanya tidak terpukul, dapat memitigasi stres pada anak, kekerasan domestik, pernikahan dini," ujar Nadiem.

Baca juga: Jadi Zona Oranye, Klaster Keluarga Dominasi Penularan Covid-19 di Ibu Kota Banten

Baca juga: UPDATE: 60 Orang Positif Covid-19 di Tangerang dalam Sehari

Langkah pencegahan, menurut Nadiem, perlu segera dilakukan.

PTM terbatas menjadi langkah mitigasi untuk menghindari dampak dari Learning Loss.

"Semuanya akan meledak kalau tidak ada tindakan secepat mungkin," pungkas Nadiem.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mendikbudristek Nadiem: Laksanakan PTM Terbatas Seaman Mungkin

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved