Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Faskes Diprediksi Bakal Kolaps Sebulan ke Depan

Pemerintah berencana menutup seluruh kantor kementerian untuk sementara. Upaya itu dilakukan mengingat angka kasus positif covid-19 bertambah

Editor: Glery Lazuardi
freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah berencana menutup seluruh kantor kementerian untuk sementara.

Upaya itu dilakukan mengingat angka kasus positif covid-19 di DKI Jakarta bertambah 4.144 per Kamis (17/6/2021).

"Memang ada masukan-masukan dari kementerian/lembaga untuk perlunya lockdown dalam rangka mensterilkan kantor kementerian/lembaga yang ada.

Tapi KemenPANRB untuk kerja di kantor dan kerja di rumah menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan kementerian/lembaga melihat situasi dan kondisi yang ada di kementerian/lembaga, instansi dan pemda masing-masing,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo.

Akan tetapi lanjut Tjahjo, hal tersebut belum diputuskan secara resmi oleh pemerintah.

“Sampai saat ini pemerintah belum mengambil keputusan berkaitan dengan berkembangnya suasana untuk lockdown. Khususnya di kantor-kantor pemerintah,” katanya.

Baca juga: Sejumlah Agenda Rapat Dibatalkan, 11 Anggota DPR Positif Covid-19 dan 2 Komisi Di-lockdown

Baca juga: Jadi Zona Oranye, Klaster Keluarga Dominasi Penularan Covid-19 di Ibu Kota Banten

Tjahjo mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan BNPB, Kemenkes, dengan Satgas Covid untuk mencermati setiap perkembangan dan dinamika di penanganan covid-19. Khususnya di beberapa daerah yang berzona merah.

“KemenPANRB menunggu saja apa yang menjadi keputusan serta bagaimana ke depan. Tetapi yang penting ASN harus tetap produktif, harus tetap sehat, tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sebelumnya pemprov DKI telah melakukan program uji coba sekolah tatap muka di 83 sekolah di tahap pertama dan kemudian berlanjut di 143 sekolah.

Saat itu, kegiatan sekolah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, dimana baik guru maupun orangtua siswa telah menerima vaksin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved