Kosmetik Palsu Bisa Picu Kanker, Ini Cara Membedakannya Menurut Tasya Farasya dan dr. Richard Lee
Mulanya, Tasya Farasya memperlihatkan sejumlah kosmetik miliknya. Diantara kosmetik itu ada yang asli dan ada yang palsu.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM - Baru-baru ini Tasya Farasya bersama dr. Richard bagikan tips cara bedakan kosmetik asli dan yang palsu.
Bagi anda yang tertarik pada tutorial make up dan rajin mengikuti selebgram kecantikan, mungkin sudah tak asing dengan Tasya Farasya.
Tasya Farasya merupakan beauty vlogger di tanah air yang terkenal sangat handal mengenai make up.
Ia kerap kali mengunggah tutorial make-up di platform YouTube dan kini telah memiliki 3,89 juta subscriber.
Sementara dr. Richard merupakan ahli dermatologi yang sering mereview berbagai jenis skincare dan kosmetik dengan jujur.
dr. Richard juga sering berbagi ilmunya tentang dunia kecantikan di YouTube miliknya, dr Richard Lee, MARS.
Baca juga: Simak! Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan, Mulai dari Atasi Jerawat Hingga Penuaan Dini
Dalam unggahan di kanal YouTube dr Richard beberapa waktu lalu, ia dan Tasya Farasya membahas mengenai perbedaan kosmetik asli dan palsu.
Mulanya, Tasya Farasya memperlihatkan sejumlah kosmetik miliknya. Diantara kosmetik itu ada yang asli dan ada yang palsu.
Perempuan 29 tahun itu lalu meminta dr. Richard untuk menebak mana kosmetik asli dan mana yang palsu jika hanya dilihat dari segi pengemasannya.
Tanpa diduga dr. Richard keliru. Ia menunjuk sebuah lipstik palsu saat Tasya meminta dirinya menebak lipstick asli.
dr. Richard tak memungkiri bahwa kemasan kosmetik palsu secara visual lebih cantik dibanding yang asli.
Tasya lalu menjelaskan, ketika memilih sebuah kosmetik harus teliti karena bentuk luar yang asli dan palsu sangat serupa bahkan sulit untuk dibedakan.
"Ada beberapa produk (bentuk kemasan) yang asli dan palsu yang sama persis," kata Tasya Farasya dikutip TribunBanten.com, Minggu (27/6/2021).
Selain itu, ada juga sejumlah produk kosmetik asli dan palsu yang sangat berbeda bentuknya.
Hanya saja varian kosmetik sangat banyak sehingga banyak pembeli tidak menyadari hal tersebut.
Tasya pun mengaku tak jarang melihat produk palsu yang benar-benar serupa dengan yang asli dari segi warna, bentuk, dan kemasannya.
Ibu satu anak ini kemudian menjelaskan bahwa kosmetik palsu memiliki bau seperti lem tembak.
"Dari segi kemasan dan warna benar-benar sama. Tapi saat kita buka dan cium produknya, langsung ketahuan. Baunya kayak lem tembak," ucap Tasya.
dr.Richard pun meminta tasya mendemokan produk asli dan palsu.
"Sebenarnya susah apalagi kalau belanja online. Karena banyak online shop yang memakai foto produk asli, tapi yang dijual tuh palsu," ujar Tasya.
Namun, penjual kosmetik palsu biasanya membanderol harga produk jauh lebih murah dibandingkan produk aslinya.
Baca juga: Geledah Toko Kosmetik di Cikupa, Polresta Tangerang Temukan Obat Terlarang Bebas Diperjualbelikan
Jika penjual tersebut lebih pintar, maka sering kali mereka juga menjual produk palsu dengan harga yang tidak jauh beda dari harga asli seakan-akan sedang diskon.
Tasya Farasya kemudian memberi contoh sebuah eyes shadow. Produk yang asli teksturnya lebih lembut meski matte.
Produk tersebut juga tidak sulit untuk di-swatch atau aplikasikan di tangan sebagai bentuk percobaan.
Sedangkan yang palsu teksturnya sangat berbeda. Warnanya akan sulit keluar jika diaplikasi di tangan karena tidak menempel.
Produknya juga akan mudah pecah dan hancur jika di tekan.
"Jadi memang selain harga, kualitasnya juga sangat berbeda. Jelas yang palsu dapat merusak kulit terlebih jika diaplikasikan setiap hari. Bisa mengakibatkan jerawat dan flek," kata dr. Richard.
"Iya, produk palsu akan merusak kulit. Ini aja aku langsung gatel," kata Tasya setelah mengaplikasikan produk palsu di tangannya.
Jika ingin lebih aman, Tasya Farasya menyarankan agar membeli segala produk kosmetik di toko resminya, baik secara offline maupun online.
"Jadi beli lah di tempat yang sudah resmi, sayang kalau cuma klaimnya aja yang asli tapi ternyata abal-abal."
"Atau kalau memang ingin beli online tetap cari official store-nya dan cari toko yang memang jelas," ujar Tasya.
Tasya mengingatkan sebelum membeli sebuah kosmetik, cek kemasan produk di situs BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Hal ini untuk mengetahui apakah merek kosmetik tersebut sudah punya izin edar atau tidak.
Selain itu, cek tanggal kadaluarsanya. Jika izin edar dan tanggal kadaluarsa tidak terdapat pada kemasan, lebih baik urungkan saja niat untuk membeli produk kosmetik tersebut.
"Produk palsu dari bahan tidak jelas bisa meningkatkan resiko kanker, seperti karsinogen, kelebihan dosis rhodamin B, dan sebagainya," jelas dr. Richard.
Selain itu, menurut dr.Richard produk palsu juga menyebabkan bell's palsy atau kelumpuhan pada otot wajah dimana satu sisi wajah tampak melorot.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tasya-farasya-dan-dr-richard.jpg)