News
Kisah Bocah 14 Tahun yang Divaksin Pertama di Pariaman, Akui Tak Dipaksa dan Sore Sudah Main Bola
Kisah bocah bernama Muhammad Yurza Yaminurizal yang berusia 14 tahun, menceritakan pengalamannya disuntik vaksin Covid-19.
TRIBUNBANTEN.COM - Kisah bocah bernama Muhammad Yurza Yaminurizal yang berusia 14 tahun, menceritakan pengalamannya disuntik vaksin Covid-19.
Yurza merupakan bocah pertama yang diberi vaksinasi di Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Ternyata cerita awal mula Yurza bisa disuntik vaksin tersebut cukup menarik.
Melansir Tribunnews, awalnya, Yurza hanya menemani kedua orang tuanya saat suntik vaksin.
"Sebenarnya pada hari Sabtu (3/7/2021) tersebut, Yurza awalnya hanya menemani saya dan istri ke Puskesmas untuk menerima suntik vaksin."
"Kemudian tiba-tiba saja Yurza bersedia untuk divaksin," ucap Yaminurizal, orang tua Yurza dihubungi saat dihubungi TribunPadang.com melalui sambungan telpon pada hari Minggu (4/7/2021).
Baca juga: Satgas Covid Lebak Prioritaskan Vaksinasi Orang Dewasa Dibandingkan Anak Usia 12-17 Tahun
Ketiganya menerima suntik vaksin di Puskesmas Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan.
Yaminurizal mengatakan, anaknya bersedia untuk divaksin tanpa adanya paksaan.
"Tidak ada paksaan terhadap Yurza, sebelumnya kami orang tuanya hanya memberikan edukasi, pemahaman, sembari berdiskusi mengenai Pandemi Covid-19 serta tentang program vaksinasi," imbuhnya.
Yaminurizal menambahkan, putranya memang punya keingintahuan yang tinggi.
Termasuk mengenai informasi seputar Covid-19, hingga mengajak ia dan istrinya untuk berdiskusi.
Baca juga: Peserta Gebyar Vaksinasi Massal di Kota Serang Pingsan
Ia mengemukakan, berkenaan dengan kebijakan pemerintah pusat, program vaksinasi secara resmi juga sudah menyasar kelompok anak berusia 12-18 tahun, oleh sebab itu Yurza diperbolehkan menerima vaksinasi.
Mengenai kondisi Yursa pasca vaksinasi, ia berujar bahwa anaknya sehat, dan tidak merasakan efek atau gejala apapun.
"Alhamdulillah, Yurza sehat, dan tetap melakukan rutinitas sehari-harinya, sore setelah divaksin ia bermain bola.
"Dan subuh tadi tetap ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah," ungkap pria yang bekerja di Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Pariaman itu.
Baca juga: Ini Tiga Gejala Utama Covid-19 pada Anak, Perlukah Melakukan Tes saat Buah Hati Pilek dan Batuk?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bocah-pertama-divaksin-di-pariaman.jpg)