Breaking News:

Virus Corona di Banten

Gubernur Banten: Pasien Isolasi Mandiri Keluhkan Kelangkaan dan Mahalnya Obat-Obatan Serta Oksigen

Provinsi Banten menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dari 3-20 Juli 2021.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Gubernur Banten Wahidin Halim dalam telekonferensi Rapat Koordinasi Implementasi PPKM Darurat di DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat dari Ruang Rapat Rumah Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal Ahmad Yani No.158 Kota Serang (Senin, 5/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Provinsi Banten menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dari 3-20 Juli 2021.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengungkapkan, pihaknya menghadapi permasalahan berupa penuhnya pasien penderita Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, kata dia, pasien terinfeksi Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri
menghadapi masalah kelangkaan serta mahalnya obat-obatan dan tabung oksigen.

Pernyataan itu disampaikan dalam telekonferensi Rapat Koordinasi Implementasi PPKM Darurat Di DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat dari Ruang Rapat Rumah Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal Ahmad Yani No.158 Kota Serang, pada Senin (5/7/2021).

Baca juga: Gubernur Banten Wahidin Halim Unggah Video Berdurasi 41 Detik di Akun Instagramnya, Apa Isinya?

Baca juga: Sempat Terpapar Covid-19, Gubernur Banten Wahidin Halim Lega Hasil Swab PCR Menyatakan Negatif

Dalam rapat yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan itu, Gubernur juga mengungkapkan PPKM Darurat lancar, pengendalian berjalan normal.

Menurut Wahidin Halim, selama PPKM Darurat secara umum sudah terjadi perubahan di masyarakat.

"Penyekatan sudah berjalan. Kegiatan penyekatan juga masih berjalan," kata dia.

Selama pemberlakuan PPKM Darurat, kata dia, perlu penegakan sanksi terhadap para pelanggar meski tidak represif.

Menurut dia, hal itu untuk membedakan siapa yang benar-benar taat dan siapa yang bandel.

"Antusiasme masyarakat ikut vaksinasi sudah tinggi. Hal itu dibuktikan pula dalam Gerakan Vaksinasi 200 Ribu kemarin tercapai," ungkap Gubernur.

Ditegaskan, proses penyekatan dan pendisiplinan masyarakat terus berjalan.

Baca juga: Sempat Terpapar Covid-19, Begini Kondisi Terkini Gubernur Banten Wahidin Halim

Baca juga: Jalani Isolasi Mandiri, Kondisi Kesehatan Gubernur Banten Wahidin Makin Membaik

Dalam pelaksanaan PPKM Darurat di Provinsi Banten, Kepolisian Daerah Banten membuat 21 titik penyekatan dan 15 titik pengendalian. Sedangkan Kepolisian Daerah Metro Jaya membuat enam (6) titik penyekatan dan dua (2) penutupan jalan.

Dalam kesempatan itu, Menko Marinvest Luhut menilai positif terhadap penurunan mobilitas masyarakat Banten yang mencapai 21,6%, bahkan Kota Tangerang Selatan sudah mencapai 31%.

Dikatakan, semakin besar penurunan mobilitas masyarakat akan semakin bagus. Ditargetkan, melalui PPKM Darurat, penurunan mobilitas masyarakat hingga mencapai 50%.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved