4.739 Siswa Tak Tertampung Meski Ada 4 SMP Negeri Baru di Kota Cilegon
Ada 4.022 siswa yang mendaftar di SMP Negeri yang ada di Kota Cilegon pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 ini
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Ada 4.022 siswa yang mendaftar di SMP Negeri yang ada di Kota Cilegon pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 ini.
Tentunya jumlah tersebut tidak diterima seluruhnya di 15 SMP Negeri yang ada di Kota Cilegon.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan PPDB tahun ini ada 2.921 siswa yang diterima di SMP Negeri.
"Itu artinya ada 1.101 siswa yang tahun ini tidak dapat diterima di SMP Negeri," katanya kepada TribunBanten.com saat ditemui di SDN Cikuasa 2 Jalan H. Leman Pintu Air, Lingkungan Gerem Kagungan, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Senin (12/7/2021).
Tetapi, jumlah tersebut bukan lah jumlah keseluruhan karena tahun ini SD di Kota Cilegon meluluskan 7.660 murid.
Jika dikalkulasikan ada 4.739 siswa di Kota Cilegon yang tahun ini tidak dapat bersekolah di SMP Negeri meskipun sudah ditambah empat SMP negeri baru.
Baca juga: Satu Anak Ini Gagal Diterima di SMP Negeri 1 Pontang, Ini Penyebabnya
Ismatullah mengungkapkan bahwa jumlah tersebut tentunya tersebar di seluruh SMP swasta yang ada di Kota Cilegon.
"Artinya ada ribuan siswa yang diterima di SMP swasta, Pondok Pesantren, MTS swasta, dan MTS Negeri, jadi sebetulnya MTS itu sebagian besar siswanya dari sumbangsih Dinas Pendidikan," ungkapnya.
Ismatullah menambahkan di Kota Cilegon ada 32 SMP swasta yang tersebar.
"Dari jumlah tersebut sudah mendapat siswa sebanyak sekitar 1.800 dari data yang sudah masuk ke kita," tambahnya.
Baca juga: PPDB SMA Banten Kacau, Dindikbud Diskominfo hingga Inspektorat Diperiksa Ombudsman
Meski begitu, menurutnya masih ada SMP swasta yang belum bisa memenuhi jumlah ideal siswa sebanyak 32.
"Misalkan SMP 17 yang siswanya masih sedikit karena di situ ada dua pesaing MTS," ucap Ismatullah.
Pesaing dari MTS itulah yang membuat SMP 17 masih sedikit siswa yang terdaftar.
"Karena kecenderungannya di sini lebih memilih bersekolah dengan latar belakang Islam seperti MTS atau Pesantren," tandasnya.