Viral Pria yang Jalani Isoman di Toba Dianiaya Warga, DPR: Satgas Covid-19 Harus Bertanggungjawab

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang menegur keras Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 yang juga Bupati Kabupaten Toba Poltak Sitorus.

Tayang:
Instagram @jhosua_lubis
Tangkapan layar video aksi sekelompok warga aniaya pasien Covid-19 di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, yang viral di media sosial. 

TRIBUNBANTEN.COM - Video yang merekam seorang pria positif Covid-19 jadi korban penganiayaan warga, viral di media sosial.

Diketahui, insiden itu terjadi di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang menegur keras Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 yang juga Bupati Kabupaten Toba Poltak Sitorus.

Menurut Junimart, Katasgas Covid-19 setempat dan perangkatnya menjadi  pihak yang harus dipersalahkan dan bertanggungjawab.

Karena apabila mereka menjalankan perintah Presiden dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), tentang penanganan Covid-19 dan penerapan cara penanganan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19, insiden itu tidak akan terjadi. 

Baca juga: Fakta-fakta Pasien Covid-19 di Toba yang Dianiaya, Diduga Depresi hingga Ingin Tularkan Penyakit

Sekalipun pasien yang ditetapkan menjalani isolasi mandiri (Isoman), harus tetap mendapatkan pemantauan.

"Apa yang terjadi di Toba ini, berdasarkan informasi yang beredar jelas kesannya pasien tersebut telah diterlantarkan. Karena tidak ada pemantauan yang diberikan kepadanya."

"Mengapa hal itu sampai terjadi? karena toh anggarannya ada untuk itu diberikan pemerintah," kata Junimart melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan penganiayaan yang terjadi bermula pada Rabu (21/7/2021), sekira pukul 10.00 WIB.

Saat itu korban berinisial SS baru saja menjalani pemeriksaan Swab Antigen dan dinyatakan reaktif Covid-19.

SS terpaksa harus menjalani isoman di sebuah gubuk tanpa penerangan dan listrik.

Diduga merasa tidak nyaman berada di tempat isoman itu, akhirnya sekitar pukul 17.00 Wib, SS  keluar dari tempat isolasi mandiri dan kembali kerumahnya di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen.

Keesokan harinya pada Kamis (22/7/2021), SS diduga meludahi tangannya sendiri dan ingin menyentuh warga setempat bermaksud menyebarkan virus.

Perbuatan itu dilakukan, karesan SS juga diduga mengalami depresi atas penyakit yang dideritanya.

Baca juga: Viral Foto Remaja Nongkrong Bareng saat PPKM hingga Ditegur Kemenko Marves: Kami Selalu Memantau

Melihat aksi SS, warga setempat marah dan memukulnya dengan kayu seperti yang terlihat pada rekaman video viral tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved