Breaking News:

Keji! Begini Pengakuan Pembunuh Pria Paruh Baya di Pandeglang, Berawal dari Sakit Hati

Kalil (60), menceritakan alasannya membunuh Suganda (50) warga Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Polres Pandeglang berhasil mengamankan Kalil (64) salah satu pelaku pembunuhan sadis terhadap Suganda (50) warga Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (28/7/2021) pada pukul 15.50 WIB. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kalil (60), menceritakan alasannya membunuh Suganda (50) warga Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dia membunuh untuk melampiaskan dendam kedua orang tuanya pada 15 tahun yang lalu.

Kalil menghabisi nyawa Suganda saat tengah membajak sawah di Desa Koncang.

Aparat Satreskrim Polres Pandeglang mengamankan di lokasi pembunuhan, pada Rabu (28/7/2021) pukul 15.50 WIB.

Pada saat diamankan, pelaku tak melawan. Dia langsung diringkus ke Mapolres Pandeglang untuk diperiksa.

Di Mapolres Pandeglang, Kalil menceritakan alasan membunuh karena sudah tidak kuat menahan dendam.

Pada Senin (26/7/2021), dia membacok menggunakan senjata tajam ke tubuh, kepala dan bahu sebanyak 10 kali hingga bagian telinga kiri putus.

Jasad korban ditinggalkan di tengah sawah.

Baca juga: Polisi Menangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Suganda di Sawah, Tidak Jauh dari Tempat Kejadian

Baca juga: Sinopsis Full Ikatan Cinta Hari Ini Senin 26 Juli 2021 Saksi Kunci Pembunuhan Roy Muncul, Elsa Panik

"Sudah lama dendam ke orang tua. Pada saat itu saya memasukkan bibit ikan di kolam dan yang mengambil itu bapaknya. Disitu saya kesal ditambah lagi setelah bapaknya sudah meninggal, dia numpang hidup di rumah saya," kata dia, kepada wartawan di Mapolres Pandeglang, Rabu (28/7/2021).

Selama menumpang hidup, kata dia, korban sering tidak membayar uang listrik yang dipakainya. Bahkan, dia mengklaim, korban sempat merusak listrik rumah.

"Semaunya kadang dibayar, kadang tidak. Waktu rusak disuruh ganti rugi tetapi dicuekin, saat ditagih sama saya ngomongnya tidak direspon, malah melawan balik saya," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Mauludi mengatakan setelah melakukan pembunuhan terhadap korban, pelaku dilihat oleh saksi mata yang melihat kejadian tersebut.

"Saksi yang melihat sempat diancam oleh pelaku untuk tidak ikut campur, selain itu juga saksi mata yang melihat kejadian tersebut merasa takut lantaran banyak darah yang berada di sekitar TKP pembunuhan," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved