Berhasil Pertahankan Tradisi Emas di Olimpiade, Masyarakat Diminta Terus Dukung Atlet Indonesia
Para pebulutangkis Indonesia akan kembali tampil di ajang bulutangkis internasional dalam kalender BWF 2021.
TRIBUNBANTEN.COM - Para pebulutangkis Indonesia akan kembali tampil di ajang bulutangkis internasional dalam kalender BWF 2021.
Sebelumnya, 11 pebulutangkis terbaik tampil di multievent cabang olahraga, Olimpiade Tokyo 2020.
Hasilnya, Indonesia membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu.
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas. Sementara, pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting meraih medali perunggu.
Sayang nomor ganda putra, di mana Indonesia mengirimkan dua wakil, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan belum berhasil meraih medali.
Di usia yang tidak lagi tergolong muda, Daddies, julukan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih bisa bersaing di Olimpiade Tokyo 2020.
Baca juga: Dibanjiri Hadiah Hingga Paling Banyak Dapat Bonus, Greysia Polii/Apriyani Beberkan Rencana Terbaru
Baca juga: Tiba di Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Jalani Karantina 8 Hari Hingga Ditunggu Jokowi di Istana
Liliyana Natsir, mantan pebulutangkis nasional menyebutkan memang selain penampilan dan kondisi fisik yang prima, faktor keberuntungan juga menjadi poin dalam menentukan pemenang pada event dengan skala besar seperti ini.
"Meskipun pulang tanpa medali, poin positif dari The Daddies adalah bisa memotivasi dan menjadi contoh untuk adik-adik di pelatnas terutama ganda putra, karena Daddies dengan umurnya yang tidak muda masih bisa bersaing dengan pemain-pemain elit dunia," kata Liliyana, dalam keterangan yang diterima wartawan, pada Senin (8/8/2021).
Beberapa atlet bulu tangkis seperti Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti yang merupakan bagian dari PB Djarum juga turut bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.
PB Djarum sendiri merupakan klub yang aktif dan konsisten dalam pembinaan atlet bulutangkis di tanah air.
Faktor pikiran dinilai Butet, panggilan akrab Liliyana, juga menjadi faktor yang harus dijaga para atlet ketika akan bertanding.
Pasalnya, bertanding dengan kondisi beban pikiran dan tekanan membuat kondisi permainan menjadi tidak santai dan cenderung terburu-buru.
Butet mencontohkan hasil yang diperoleh tim ganda putra Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo atau Minions, memang di luar ekspektasi.
Minions tampil dengan beban pikiran sehingga tidak bisa mengeluarkan permainan yang terbaik sebagai unggulan pertama.
Butet berharap para atlet yang berlatih saat ini lebih termotivasi dengan prestasi para senior dan bisa meneruskan jejak kesuksesan yang telah diraih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/grey-dan-apri-menang.jpg)